PeristiwaPonorogo

Puluhan Warga Ponorogo Selamat dari Bencana Palu

PONOROGO – Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengakibatkan tsunami di Palu 28 September  dirasakan puluhan warga asli Ponorogo. Sedikitnya 36 warga Ponorogo pulang dari ibu kota Sulawesi tengah itu dengan selamat. Perinciannya, 33 warga Desa Baosan Lor dan satu warga Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun. Sedangkan dua warga lainnya dari Desa Koripan, Kecamatan Bungkal.

Mereka pulang ke tanah kelahiran tidak bersamaan. Ada yang melalui udara menumpang pesawat Hercules TNI-AU. Ada pula yang melalui jalur darat. Nyaris semua pulang dengan membawa pakaian seadanya. Samidi, 54, warga Desa Baosan Lor, dan tiga anggota keluarganya hanya membawa pakaian yang melekat di badan. ‘’Rumah sudah roboh, gak bisa bawa apa-apa lagi,’’ kata Samidi kemarin (8/10).

Seusai gempa dia dan keluarganya langsung mengungsi ke Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Kebetulan tempat tinggalnya hanya berjarak dua kilometer dari bandara tersebut. Dia dan keluarganya pun pulang kampung dengan pesawat Hercules TNI-AD. ‘’Alhamdulillah diizinkan, soalnya bawa cucu yang masih bayi, dan anak saya yang masih kecil,’’ lanjutnya.

Pun Thomas Suyatno, 37, warga Desa Baosan Lor. Dia bersama istri dan dua anaknya selamat dari maut. Dia pulang ke kampung halaman juga hanya dengan pakaian yang melekat di badan. ‘’Diberi orang saat di Makassar Rp 500 ribu, itu saya gunakan ongkos pulang ke sini,’’ ujar Thomas.

Dia berharap Pemkab Ponorogo mengulurkan bantuan untuk para korban selamat atau pengungsi bencana Palu. Dia trauma tidak ingin kembali lagi ke Palu. ‘’Sudah trauma, tidak berpikir hal itu. Saya bisa sampai di sini, sudah bersyukur sekali,’’ ungkapnya.

Kepala Desa Baosan Lor Jarot Tri Handono membenarkan warganya selamat dari bencana Palu. Saat ini sedang didata. ‘’Mereka kebanyakan sudah tinggal di sana, dan pulang gak bawa apa-apa. Ini masih proses pendataan agar tidak simpang siur,’’ kata Jarot.

Dia membeber warganya yang selamat dari bencana Palu ada 33 jiwa. Terdiri dari sembilan kepala keluarga (KK). Data tersebut kemudian dilayangkan ke kecamatan. Harapannya dapat diusulkan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar mendapat bantuan. ‘’Harapannya seperti itu, kami usahakan, dan semoga proses pendataan segera tuntas,’’ ucapnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono mengatakan bakal bergerak cepat mengirim bantuan. Pun masih menunggu hasil pendataan final. ‘’Sudah kami siapkan logistik dan beberapa bantuan yang akan kami serahkan,’’ kata Budi, sapaan akrabnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Ponorogo Sumani belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif saat dihubungi wartawan koran ini beberapa kali. (mg7/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button