Pacitan

Puluhan Tahun Suryajack Budi Daya Tanaman Kerdil

Tidak Terima Transaksi lewat Media Sosial

Siapa tidak kenal bonsai. Tanaman kerdil yang terkenal punya harga jual tinggi. Suryajack, warga Desa Ketro, Kebonagung, Pacitan, turut membudidayakannya.

________________________________ 

SRI MULYANI, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

RATUSAN tanaman kerdil di dalam pot memenuhi halaman rumah Suryajack. Jumlah tidak kalah banyak ada di dalam rumah. Bedanya, bonsai itu masih dalam tahap penumbuhan tunas. Kondisinya terbungkus plastik. Sang pemilik rumah memasang kawat pada ranting salah satu tanaman. Pengikat tersebut ditekuk-tekuk dalam berbagai bentuk. ‘’Saya memodifikasi pohon hokiantea,’’ katanya.

Warga Desa Ketro, Kebonagung, Pacitan, itu dikenal sebagai pembudi daya tanaman bonsai. Di antaranya, pohon legundi, sancang, duri sisir, awar-awar, beringin, dan bugenvil. Bagi yang ingin membelinya, Suryajack memasang harga yang variatif. Mahal murah bergantung tingkat kerumitan. Di rentang Rp 150 ribu hingga jutaan rupiah. ‘’Bagi yang ingin membeli harus datang. Saya tidak menjual via media sosial,’’ ujarnya.

Hati Suryajack tertambat pada seni membuat tanaman berukuran lebih kecil dari aslinya itu ketika SMP. Kebetulan, di tempat tinggalnya banyak dongkelan bonsai. Suatu ketika temannya meminta tolong untuk mencarikannya. Dongkelan yang didapatkan lantas dibeli. Dari situ, dia tertarik untuk menekuni. ‘’Sekitar 1990 mulai mengembangkan bonsai. Saya berlatih sendiri secara manual,’’ ungkapnya.

Bapak satu anak itu masih ingat kali pertama membonsai. Alat yang dipakai untuk membentuk tanaman adalah kawat kabel listrik. Lambat laun kawat berkarat. Ranting yang sudah jadi menjadi rusak. Bagi Suryajack, membonsai itu gampang-gampang susah. ‘’Yang penting telaten,’’ ucapnya.

Ranting dongkelan yang tidak diperlukan dipangkas. Lalu dibungkus plastik supaya ranting tidak cepat kering dan kelembapannya terjaga. Setelah itu menunggu bersemi sekitar dua bulan. Media tanamnya pasir yang diberi pupuk. ‘’Kalau sudah bersemi, bonsai siap dibentuk sesuai keinginan. Tapi menunggu ranting kuat sekitar satu sampai dua tahun,’’ terang Suryajack.

Tema bonsai bergantung karakteristik pohon. Paling bagus dongkelan dengan banyak batang dan tekukan. Tanaman bisa disiram dua kali sehari dengan catatan cuaca sangat panas. ‘’Waktu melepas kawat harus melihat perkembangan tanaman,’’ ujarnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close