Ponorogo

Puluhan Sopir Bus di Terminal Seloaji Dites Urine

Pantang Berkendara di Bawah Pengaruh Narkoba

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemandangan di Terminal Seloaji lain dari biasanya Senin (16/12). Puluhan sopir bus menjalani tes urine yang digelar Satresnarkoba Polres Ponorogo. Itu dilakukan untuk memastikan para sopir tidak mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh narkoba. ‘’Sampai siang ini (kemarin, Red) tidak ada yang positif,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto.

Pemeriksaan urine itu dimulai sekitar pukul 09.00. Polisi menggelar lapak tes urine di peron utama terminal. Para sopir bus, baik antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) diwajibkan menyetorkan sampel urine mereka ke petugas.

Arief menyebut, tes urine terhadap sopir bus AKDP dan AKAP itu untuk menjamin keselamatan perjalanan para penumpang. Terutama selama libur panjang Natal dan tahun baru yang segera tiba. Pasalnya, pada momen tersebut volume penumpang meningkat signifikan. ‘’Kalau ada yang positif narkoba, langsung kami tindak tegas. Bukan hanya sopir, pemilik bus juga wajib mengganti sopirnya,’’ tekannya.

Selain tes urine, pihaknya secara khusus akan meningkatkan pengamanan menyambut Natal. Selain objek vital seperti terminal, gereja-gereja juga akan disterilkan secara acak. Pun, polres akan menggandeng TNI dan organisasi masyarakat (ormas) untuk memaksimalkan pengamanan. ‘’Untuk menjamin ibadah yang dilakukan umat Nasrani berjalan aman dan lancar, perlu saling menjaga,’’ pungkasnya. (naz/c1/isd)

Razia Bocor, Hanya Jaring 3 Kereta Kelinci

KERETA kelinci dinilai rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Karena itu, polisi getol menggelar razia. Sedikitnya tiga unit jenis angkutan ilegal itu diamankan petugas dalam razia yang digelar pada Minggu lalu (15/12) di wilayah kecamatan kota dan Siman.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Ponorogo Iptu Agus Syaiful Bahri mengatakan, hasil razia kurang maksimal lantaran diduga bocor. ‘’Hari Minggu biasanya banyak yang beroperasi, tapi setelah kami keliling hanya dapat tiga. Di kecamatan kota termasuk Jeruksing dan seputar Taman Wisata Ngembag,’’ beber Syaiful Senin (16/12).

Syaiful mengatakan, tiga unit kereta kelinci yang terjaring razia kini diamankan di halaman kantor bersama Samsat Ponorogo. Pun, dia memastikan operasi bakal terus digelar dengan melibatkan instansi lain seperti dishub, satpol PP, dan TNI. ‘’Setelah ditilang, barang bukti kami amankan. Kami akan konsolidasi dengan kejaksaan untuk proses sidangnya,’’ ujarnya.

Dia menyebut, pengguna kereta kelinci selama ini didominasi kalangan anak-anak. Pun, bodinya sengaja dimodifikasi berbentuk lucu supaya menarik minat bocah dan biasa berkeliling di jalan umum.

Padahal, kendaraan dengan modifikasi seperti itu jelas-jelas menyalahi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ‘’Perakitannya asal-asalan dan modifikasi yang dilakukan sudah tidak sesuai lagi dengan surat-surat resminya,’’ ungkap Syaiful. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close