Magetan

Puluhan Situs Sejarah Belum Terlindungi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perlindungan terhadap situs bersejarah di Magetan belum maksimal. Pasalnya, dari 150 situs, baru separo yang terdaftar sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan. ‘’Banyak temuan baru yang belum didaftarkan,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Joko Trihono, Sabtu (24/7).

Joko menyebut, terdapat banyak temuan situs dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian berada di sekitar lereng Gunung Lawu. Berupa petilasan, arca, maupun candi. Meski belum didaftarkan, Joko mengklaim seluruh temuan baru itu telah terdata. ‘’Setiap temuan langsung kami data,’’ ujarnya.

Hingga saat ini, baru dua cagar budaya yang terlindungi dan dikelola dengan baik. Keduanya telah difungsikan sebagai objek wisata. Yakni, Petirtaan Dewi Sri di Simbatan, Nguntoronadi; dan Sendang Kamal di Kraton, Maospati. ‘’Tahun ini kami akan bangun pagar di sekeliling Sendang Kamal,’’ beber Joko.

Pengelolaan situs sejarah tak hanya menjadi wewenang BPCB. Sejumlah situs rupanya dirawat disparbud hingga dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim). Diakui Joko, puluhan situs sejarah di Magetan perlu dilindungi. Selain menghargai dan melestarikan sejarah, juga memiliki fungsi edukasi dan wisata. ‘’Kami berharap situs-situs lain juga dapat dikembangkan,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button