Magetan

Puluhan Proyek Fisik di Magetan Terancam Molor

DPUPR Sebut Terkendala Tenaga dan Permodalan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Puluhan proyek fisik di Magetan terancam molor. Terbanyak milik dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) setempat. Dari 88 titik, baru 65 yang sudah rampung 100 persen. Sisanya, progres pekerjaan berkisar 80-85 persen. ‘’Sudah kami tindak lanjuti, rapat staf dengan bupati. Sekda juga sudah kami beri laporan,’’ kata Sekretaris DPUPR Magetan Muchtar Wahid Jumat (20/12).

Meski begitu, Muchtar memastikan sisa pekerjaan di 23 lokasi, termasuk kategori kecil, yang digarap pada masa Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019 ini. Karena itu, dia optimistis dalam dua sampai tiga hari ke depan pekerjaan itu sudah tuntas. ‘’Saat ini pekerjaan masih berjalan,’’ ujarnya.

Muchtar menyebut, hanya satu pekerjaan yang masih memakan waktu lama. Yakni, rehabilitasi jembatan Sayutan yang saat ini progresnya menyentuh 84 persen. Kontrak kerja dengan CV Panca Wiguna senilai Rp 2 miliar itu sudah berakhir.

Namun, DPUPR memberikan kesempatan waktu penggarapan diperpanjang. ‘’Secara aturan memang diperbolehkan untuk melanjutkan pekerjaan. Sekarang ini sudah masuk denda karena lebih dari batas waktu kontrak,’’ paparnya.

Menurut Muchtar, puluhan proyek itu terancam molor karena faktor tenaga kerja dan permodalan. Soal modal, sejatinya pihaknya sudah mengantisipasi dengan sistem cash flow. ‘’Ketika sudah ada progres, bisa narik untuk mempercepat pekerjaan,’’ katanya.

Kenyataannya, solusi yang diberikan DPUPR itu tidak berjalan sesuai rencana. Masih banyak proyek yang membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikannya. ‘’Jika tidak bisa menyelesaikan pekerjaan memang ada indikasi ketidakmampuan mereka,’’ ujar Muchtar sembari menyebut secara umum pelaksana hanya bisa menambah waktu maksimal 50 hari atau 5 persen denda dari pekerjaan. Jika masih meleset diperbolehkan memutus kontrak.

Selama injury time tersebut pelaksana hanya mendapatkan bayaran sebesar progres sampai waktu kontrak selesai. Sisanya bakal dibayarkan pada P-APBD 2020. Sisa pembayaran itu biasanya secara otomatis dipotong besaran denda selama masa adendum. ‘’Kalau pelaksana mau membayar dulu dendanya, sisa bayaran bisa full. Tapi, biasanya dipotong dari sisa nilai kontraknya,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close