Madiun

Puluhan Karyawan JNK Terancam Dirumahkan

Pendapatan April Turun 50 Persen

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Nasib puluhan karyawan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) di ujung tanduk. Sebanyak 41 tenaga kerja pengelola jalan bebas hambatan itu terancam dirumahkan.

Goyahnya neraca keuangan akibat minimnya kendaraan melintas di masa pandemi Covid-19, menjadi musababnya. ‘’Saat ini masih bekerja seperti biasa, tapi tidak ada jaminan bisa bertahan lama,’’ kata General Manager Operasional PT JNK Dony Ikhwan Senin (11/5).

Dony mengungkapkan, internal perusahaan dan rencana kegiatan tengah dievaluasi. Seperti perlu tidaknya menambah operasional gardu saat Lebaran nanti. Juga kemungkinan merumahkan karyawan bila situasi sulit berkelanjutan. ‘’Kalau masalah karyawan, kami memiliki vendor dengan kontrak, jadi tetap harus berkoordinasi lebih dulu,’’ ujarnya.

JNK enggan membeber detail data penurunan pendapatan. Hanya, bulan lalu turun hingga 50 persen dari biasanya. Penurunan itu dampak berkurangnya kendaraan yang melintas di gerbang tol (GT) Madiun dan Caruban. Bila yang masuk exit Dumpil –nama lain GT Madiun– normalnya 80 ribu kendaraan, kini tinggal 40 ribu. Sedangkan penurunan kendaraan di GT Caruban hingga 40 persen. ‘’Penurunan pendapatan mulai terasa Maret lalu,’’ ungkapnya.

Menurut Dony, pendapatan yang hilang bisa semakin besar. Pasalnya, sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan itu membuat mobilitas dan aktivitas masyarakat berkurang drastis. ‘’Tidak hanya dari barat (Jakarta, Red), tapi juga dari timur (Surabaya),’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close