Pacitan

Puluhan Kambing di Tiga Desa Tewas Misterius

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Peternak kambing di Kecamatan Kebonagung kalang kabut. Puluhan ekor kambing tewas secara misterius. Peristiwa itu meneror tiga desa yang letaknya bersebelahan. Mulai Klesem, Katipugal, dan Kalipelus.

Rata-rata ternak ditemukan dengan kondisi tubuh terkoyak. Organ bagian dalamnya berhamburan keluar. Nyaris tak menyisakan tetesan darah lagi. Para peternaknya belum dapat menarik kesimpulan penyebab kematian yang meneror dua bulan terakhir itu. ‘’Entah diserang hewan atau makhluk jadi-jadian apa,’’ kata Ginno, salah seorang peternak, Selasa (21/1).

Kambing peliharaan Ginno turut menjadi korban, Senin malam (20/1). Dua dari empat kambingnya yang disasar itu berusia 1,5 tahun. Satu ekor ditemukan dengan kondisi leher terpelintir dan perut terkoyak. Satunya yang masih bertahan hidup robek kaki kanan, terlihat bekas cakaran. ‘’Padahal kambing yang mati itu sedang hamil,’’ ujarnya menyesali kerugian yang ditanggung dari hewan yang dibelinya Rp 900 ribu itu.

Warga Krajan, Kalipelus, Kebonagung, itu memelihara kambing di sebuah kandang. Berjarak 500 meter dari rumahnya. Dia menduga, pemangsanya membobol pintu kandang dari anyaman bambu itu. Lalu menyeret keluar kambing sasarannya. Anehnya, tak ditemukan sisa daging yang  terserak di sekitar kandang. ‘’Kalau pemangsanya serigala, kenapa tidak meloncat. Kenapa masuknya merusak kandang. Padahal, tinggi pintunya hanya separo kandang,’’ heran Ginno.

Dia menyebut, sudah 15 ekor kambing di desanya yang mati dimangsa sebulan terakhir. Semua kejadian dalam sebulan terakhir itu berlangsung saat malam. ‘’Ketahuannya saat hendak memberi makan pagi harinya,’’ imbuh Ginno.

Kasi Pelayanan Desa Katipugal, Kebonagung, Sargimen, membenarkan bahwa teror berantai tengah melanda wilayahnya. Kasus serupa meneror tiga desa yang letaknya bersebelahan secara berurutan. ‘’Semula meneror Klesem Desember lalu. Berlanjut ke desa kami (Katipugal). Sekarang giliran Kalipelus,’’ jelasnya.

Dari setiap laporan yang diterimanya, rata-rata kambing tewas dalam kondisi darah terkuras dan tubuh terkoyak. Beberapa warga sempat mendengar suara gonggongan anjing sebelum kejadian. ‘’Yang diserang hanya kambing. Hewan lain aman,’’ katanya.

Kepala Desa Klesem Mangsuri menaksir sekitar 25 kambing yang dimangsa sejak akhir tahun lalu. Dia membenarkan bahwa teror yang diduga dari serangan binatang jalang itu telah bergeser ke desa tetangga. (gen/c1/fin)

Perut Terkoyak, Usus Terburai

JAUHNYA jarak kandang serta minimnya saksi membuat misteri kematian puluhan kambing sulit terungkap. Petugas Dinas Pertanian (Diperta) Pacitan yang mengecek temuan kasus di tiga desa kebingungan menarik kesimpulan. ‘’Yang bisa kita sarankan kepada peternak memperbaiki kandang saja,’’ kata Kepala UPT Dinas Pertanian Wilayah III Kebonagung Agus Riyadi Selasa (21/1).

Agus belum berani memastikan ihwal kematian hewan ternak tersebut. Diakuinya, kasus kematiannya terbilang tak wajar. Selain jumlahnya banyak, juga sampai menyebar ke tiga desa secara bergiliran. Selain observasi, petugas sampai membongkar salah satu kuburan kambing yang menjadi korban serangan. ‘’Kita belum bisa simpulkan,’’ ujarnya.

Sri Utomo, petugas lain, mendapati luka pada bagian leher. Itu didapatinya setelah membongkar salah satu kuburan kambing. Juga ditemukan luka robek sepanjang 30 sentimeter pada bagian perut hingga membuat usus terburai. ‘’Sobeknya itu bekas gigitan taring atau cakar belum bisa dipastikan. Masalahnya luka di perut itu cukup lebar,’’ jelasnya.

Luka sobek juga ditemukan dari seekor kambing milik Ginno yang masih bertahan hidup. Didapati luka beberapa sentimeter di atas kaki kambing. Diduga, satu kambing berhasil kabur saat diserang pemangsa tak dikenal itu. ‘’Ada empat kambing, dua tak mengalami luka, satu mati,’’ beber Utomo.

Mencegah korban bertambah, Utomo menyarankan warga memperkuat kandang. Seperti menambah penghalang di seputaran kandang untuk menjauhkan jangkauan pemangsa. Atau, memindahkan ternak ke tempat yang lebih aman. ‘’Untuk sementara, dugaannya tetap diserang binatang buas yang hidup liar,’’ pungkasnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close