Magetan

Puluhan Bangunan Cagar Budaya Tak Terawat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perhatian pemkab terhadap peninggalan sejarah di Magetan masih minim. Padahal, beberapa cagar budaya itu sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi wisata heritage. ”Khususnya wisata sejarah dan bisa masuk juga sebagai wisata edukasi,” kata Joko Priyono, budayawan Magetan yang tergabung dalam Komunitas Wukir Mahendra.

Diakuinya, berbagai peninggalan sejarah itu belum banyak diketahui masyarakat. Terutama para pelajar Magetan. Sebenarnya, jika pemkab jeli, mereka bisa menjadikan cagar budaya itu sebagai wahana edukasi. Mereka justru tahunya di luar Magetan. ”Itu sangat ironi,” ungkapnya.

Joko mencontohkan Candi Sadon. Candi itu belum dikelola secara maksimal oleh pemkab. Padahal, bisa mendatangkan PAD. Meskipun secara aset candi itu bukan milik pemkab. ”Tetap bisa dikembangkan ke arah sana juga,” ujarnya.

Selain situs purbakala, kata dia, ada juga bangunan bersejarah yang dapat dioptimalkan sebagai wisata heritage. Seperti Stasiun Barat, Kantor Pegadaian Barat, dan Kantor Pegadaian Maospati. Beberapa bangunan itu merupakan peninggalan zaman Belanda. Begitu juga dengan Omah Pendem di Plaosan yang bisa dijadikan sebagai wisata sejarah.

Terkait hal tersebut, Joko mengaku sudah berkoordinasi dengan Disparbud Magetan untuk melestarikan sejumlah bangunan bersejarah itu. Tetapi, mereka ternyata juga mengalami keterbatasan personel. ”Karena mereka yang memiliki wewenang untuk mendaftarkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB),” terangnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close