News

Pulau Di Sebelah Timur Kalimantan

×

Pulau Di Sebelah Timur Kalimantan

Share this article

Pulau Di Sebelah Timur Kalimantan – Berikut akan kami ulas 10 fakta menarik Kalimantan Timur. Namun terlebih dahulu kita akan mengulas sejarah singkat Kalimantan Timur. Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang bergabung dengan Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1957, Kalimantan Timur resmi menjadi provinsi tersendiri dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Sebelum bergabung dengan Indonesia, Kalimantan Timur merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kurtenegar yang terletak di wilayah Kutai Lama yang saat ini menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Kurtenegar. Setelah Indonesia merdeka, wilayah Kalimantan Timur menjadi bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.

Pulau Di Sebelah Timur Kalimantan

Sejak bergabung dengan Indonesia, Kalimantan Timur telah mengalami banyak perubahan di berbagai sektor, antara lain pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Hal ini terlihat dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat dan pesatnya pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut.

Jawaban Dokter Pkm

Luas wilayah Kalimantan Timur sekitar 129.066 km². Provinsi ini terletak di bagian timur Pulau Kalimantan, Indonesia, dan berbatasan dengan Kalimantan Utara di utara, Sulawesi Tengah di timur laut, Kalimantan Selatan di selatan, dan Laut Makassar di timur. Luasnya wilayah ini menjadikan Kalimantan Timur mempunyai potensi sumber daya alam yang beragam dan flora dan fauna yang beragam.

Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, Kalimantan Timur mempunyai potensi besar di bidang pertambangan, khususnya pengolahan minyak dan gas bumi. Selain itu, provinsi ini juga mempunyai potensi di bidang pariwisata dengan keindahan alamnya yang mempesona dan keanekaragaman budayanya yang unik.

Dengan kemajuan dan pembangunan yang terjadi di Kalimantan Timur, provinsi ini berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dan memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan Indonesia sebagai sebuah negara.

2. Provinsi ini mempunyai banyak suku suku antara lain Dayak, Kutai, Banjar, Berau dan beberapa suku lainnya yang memiliki keunikan dan kaya akan budaya.

Surganya Bagi Pecinta Snorkeling, Melihat Daya Tarik Alam Pulau Maratua Yang Jadi Tujuan Untuk Berlibur!

3. Sejak menjadi ibu kota baru Indonesia, Kalimantan Timur mengalami kemajuan pesat dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan modern.

4. Salah satu destinasi wisata populer di Kalimantan Timur adalah Pulau Derawan yang terkenal dengan keindahan pantai, terumbu karang, dan penyu hijaunya.

5. Kalimantan Timur juga merupakan penghasil minyak dan gas alam yang signifikan di Indonesia, dengan produksi minyak dan gas alam diperkirakan mencapai 140.000 barel per hari dan 1,6 juta meter kubik per hari pada tahun 2021.

6. Samarinda adalah ibu kota Kalimantan Timur dan kota terbesar kedua di pulau Kalimantan. Kota ini terletak di tepian Sungai Mahakam, salah satu sungai terbesar di Indonesia.

Baca Juga  Carilah Cerita-cerita Atau Fenomena Yang Menggambarkan Nama Allah Al Basith

Pkp Flores Timur

7. Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur merupakan salah satu taman nasional terluas di Indonesia. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk beberapa spesies langka seperti orangutan Kalimantan.

8. Kalimantan Timur juga kaya akan ragam kuliner seperti nasi kuning, sate banjar, mie goreng balikpapan dan masih banyak lagi yang bisa dinikmati wisatawan.

9. Provinsi ini juga memiliki beragam seni dan budaya yang menarik, seperti seni tari dan musik tradisional Dayak, serta seni ukir dan tenun.

10. Kalimantan Timur merupakan daerah yang menarik untuk investasi dan mempunyai potensi ekonomi yang besar khususnya di sektor energi, pertambangan dan industri. Halaman ini berisi artikel tentang wilayah Indonesia di pulau dengan nama yang sama. Untuk pulaunya, lihat Kalimantan. Untuk kegunaan lain, lihat Kalimantan (disambiguasi).

Pulau Terbesar Di Indonesia, Di Antaranya Juga Terluas Di Dunia

Kalimantan adalah sebuah wilayah di Pulau Kalimantan yang dikelola oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah Kalimantan berbatasan dengan Sabah dan Sarawak di utara, sedangkan berbatasan dengan Selat Karimata di barat, Laut Jawa di selatan, serta Selat Makassar dan Laut Sulawesi di timur. Sebelum pemekaran pada tahun 1957, wilayah ini merupakan wilayah administratif/provinsi dengan ibu kota Banjarmasin.

Pada zaman Kesultanan dan Hindia Belanda, “Kalimantan” bisa merujuk pada seluruh pulau yang disebut Kalimantan yang mencakup Sabah, Sarawak, Brunei, dan wilayah Kalimantan di Hindia Belanda. Dalam surat Pangeran Tamajilah dari Kerajaan Banjar tahun 1857 kepada Rasen Belanda di Banjarmasin, ia menyebut nama “Pulau Kalimantan” dan bukan “Pulau Kalimantan”. Hal ini menunjukkan bahwa nama “Kalimantan” lebih umum digunakan di kalangan penduduk lokal dibandingkan nama “Kalimantan” yang digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda. Dengan kedatangan Inggris di Kalimantan, Inggris memisahkan Sabah, Sarawak dan Brunei dari Kalimantan. Ketika Sabah dan Sarawak dimasukkan ke dalam Malaysia, seluruh pulau tersebut dikenal sebagai Kalimantan. Hingga saat ini Pulau Kalimantan lebih dikenal dengan nama “Kalimantan” daripada “Kalimantan”, dan istilah “Kalimantan” biasanya mengacu pada wilayah di “Pulau Kalimantan” yang dimiliki oleh Indonesia. Namun hal ini tidak berlaku di Indonesia, dimana istilah “Kalimantan” mengacu pada pulau tersebut secara keseluruhan dan wilayah Indonesia pada khususnya.

Asal usul nama Kalimantan tidak sepenuhnya jelas. Istilah Kelantan digunakan di Sarawak untuk sekelompok orang yang mengonsumsi sabun kacang di bagian utara pulau.

Menurut Crawfurd, kata Kalimantan adalah nama salah satu spesies mangga (mangifera), sehingga Pulau Kalimantan adalah pulau mangga, namun ia menambahkan, kata tersebut berbau dongeng dan tidak populer.

Baca Juga  Gerakan Handspring Yang Baik Adalah Kombinasi Antara

Sejarah Dan Asal Usul Pulau Kalimantan Yang Disebut Borneo

Mangga lokal bernama klementan ini masih banyak ditemukan di desa-desa Kalimantan Barat di sekitar wilayah Ketapang.

C. Menurut Hoss dan MacDougall, “Kalimantan” berasal dari nama enam suku setempat, yaitu Iban (Dayak Laut), Kayan, Kenya, Clementan (Dayak Pedalaman), Murut dan Punan. Dalam esainya Natural Man, Record of Borneo (1926), Hoss menjelaskan bahwa Clementon adalah nama baru yang digunakan orang Melayu. Namun menurut Slamet Mulja, kata Kalimantan bukanlah kata asli Melayu, melainkan kata serapan mirip kata Melayu, Melayu yang berasal dari India (Melayu artinya gunung).

Pandangan lain mengatakan Kalimantan atau Kalamantan berasal dari bahasa Sansekerta, kalamantan, artinya pulau yang udaranya sangat panas atau panas (kal[a]: musim dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan mantana tidak diucapkan secara tradisional, Kalamantan diucapkan Kalamantan, yang oleh penduduk setempat kemudian disebut Kalamantan atau Kwalmontan, yang akhirnya menjadi Kalimantan.

Terdapat tiga kerajaan utama (utama) di pulau ini, yaitu Kalimantan (Brunei/Barune), Sukadana (Tanjungpura/Bakulapura) dan Banjarmasin (Bumi/Nusa Kenkana). Penduduk pulau bagian timur menyebutnya Pulu Kalamantan.

Ips Worksheet For 5b

Sepanjang sejarahnya, Kalimantan dikenal dengan nama lain. Kerajaan Singasari misalnya menamakannya “Bakulapura” yang berarti wilayah jajahannya di Kalimantan barat daya. Bakula berarti pohon tanjung (Mimusops alangi) dalam bahasa Sansekerta, sehingga Bakulapura mendapat nama Melayu “Tanjungpura” yang berarti tanah/pulau pohon tanjung, yaitu nama kerajaan Tanjungpura yang sering dijadikan nama pulau tersebut. Sedangkan kerajaan Majapahit dalam Kakawin Nagakratgama yang ditulis tahun 1365 menyebutnya sebagai “Tanjunganagara” yang juga mencakup Filipina seperti Saludung (Manila) dan Kepulauan Sulu.

Hikaiat Banjar sejarah kuno Kalimantan Selatan yang bab terakhirnya ditulis pada tahun 1663, namun naskah Hikaiat Banjar sendiri berasal dari naskah berteks Melayu tua pada masa Kerajaan Hindu dimana Pulau Kalimantan berada. disebut dengan nama Melayunya yang berarti “Tanah Hujung”. Istilah Hujung Tanah berasal dari bentuk geografis wilayah Kalimantan Selatan pada zaman dahulu yang berupa semenanjung yang dibentuk oleh pegunungan Maratus, dengan daratan berakhir di Tanjung Selatan yang bermuara ke Laut Jawa. Letaknya mirip dengan ujung Semenanjung Malaka yaitu Kerajaan Johor yang sering disebut dengan “Ujung Tanah” dalam naskah-naskah Melayu kuno. Semenanjung Hujung Tanah berkonflik dengan wilayah Majapahit Jawa Timur sehingga kemudian diberi nama Tanjungnagara yang artinya pulau berbentuk tanjung/semenanjung.

Kata “Nusa Kenkana” merupakan sebutan pulau Kalimantan dalam naskah-naskah Jawa kuno, seperti pada ramalan Prabu Jayabaya pada masa kerajaan Kadiri (Panjalu), mengenai penguasaan tanah Jawa oleh Jepang. Arah Nusa Kencana (Bumi Kencana). Hal ini telah dibuktikan sebelumnya. Pindah ke Jawa, tentara Jepang mula-mula menguasai Banjarmasin, yang kemudian menjadi ibu kota Kalimantan. Nusa Kencana sering digambarkan sebagai Tanah Sabrang yang berarti perwujudan tanah asli Lanka tempat tinggal para raksasa di tanah Jawa. Dalam Sabrang Bhumi, Bhumi Dayak disebutkan dalam Serat Maha Parva.

Baca Juga  Carilah Keterkaitan Media Dakwah Para Walisongo Dengan Konteks Dakwah Sekarang

Raden Pakua (yang kemudian dikenal dengan nama Sunan Giri) konon menyebarkan agama Islam hingga ke Pulau Banjar, demikian juga disebut oleh masyarakat Goa, Selaparanga (Lomboka), Sumbawa dan Bima karena negara-negara tersebut mempunyai hubungan bilateral dengan Kesultanan Banjar; “Jawa Besar” adalah nama penjelajah Italia Marco Polo

Urutan Pulau Terbesar Di Indonesia, Jawa Nomor Berapa?

Dan “Jaba Daye” berarti “Jawa di Utara (dari Pulau Madura) karena Maduri baru dikenal sebagai Pulau Kalimantan pada abad ke-20.

Berdasarkan sensus BPS tahun 2010, suku-suku di Kalimantan Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu suku Dayak Indonesia (268 subetnis), suku Melayu, dan suku Kalimantan lainnya (non-Dayak dan non-Melayu).

Suku Melayu menempati wilayah Kalimantan Barat, khususnya wilayah pesisir. Suku Banjar menempati Kalimantan Selatan dan menyebar ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Suku Bugis terdapat di wilayah pesisir Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Wilayah pesisir Kalimantan Timur juga dihuni oleh suku Kutai, Berau, Pasar, Tung dan Bulungan. Suku Dayak menempati pedalaman Kalimantan. Banyak orang Tionghoa yang tinggal di Kalimantan Barat, terutama di perkotaan seperti Singkawang dan Pontianak.

Program penjajahan pada masa Hindia Belanda dan program migrasi pada masa Orde Baru juga berdampak besar terhadap demografi Kalimantan. Suku transmigran yang terdapat di Kalimantan adalah suku Jawa, Sunda, Bentan, Madura, Sunda, Bali, Sasak (Lombok), Flores, dan Adonara.

Wow, 5 Surga Tersembunyi Yang Instagramable Ini Hanya Ada Di Indonesia

Memang benar, beberapa kota di pulau Kalimantan secara politis diduduki terutama oleh suku-suku pendatang seperti Tionghoa-Hakka (Singkawang), Jawa (Balikpapan, Samarinda), Bugis (Balikpapan, Samarinda, Pagatan, Nunukan, Tawau) dll. Suku-suku pendatang ini entah kenapa berusaha memasukkan unsur budayanya, meski tidak memiliki wilayah adat dan tidak dikenal sebagai suku asli Kalimantan, meski keberadaannya sudah lama hadir di pulau tersebut. Suku Bugis merupakan suku pendatang pertama

Peta pulau kalimantan timur, pulau sebelah barat kalimantan, pulau derawan di kalimantan timur, pulau di kalimantan timur, pulau berau di kalimantan timur, pulau kalimantan timur, pulau kakaban kalimantan timur, wisata pulau derawan kalimantan timur, pulau derawan kalimantan timur, hotel di pulau derawan kalimantan timur, pulau berau kalimantan timur, pulau maratua kalimantan timur

News

Apa Itu Boti – Danang Wisnu mendapat sambutan…