AdvertorialMadiun

PT PLN Pelopori Madiun Safety Forum & Exhibition

Risiko Tinggi, Wajib Kenakan Alat Pelindung Diri

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) menjadi hal utama yang harus dipenuhi dalam dunia kerja. Komitmen itu terbangun melalui Madiun Safety Forum & Exhibition yang di-launching Rabu (5/2).

Acara yang dipelopori PT PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB)–UPT Madiun bekerjasama dengan Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Madiun dan Provinsi Jatim itu merupakan forum perdana yang diluncurkan langsung Wali Kota Madiun Maidi bertepatan peringatan bulan K3 nasional. Sedikitnya 25 perusahaan yang ada di Kota Kharismatik tergabung dalam acara yang diharapkan dapat menumbuhkan budaya penerapan K3 di dunia kerja.

Manager PT PLN UPT Madiun Suyitno mengungkapkan acara bertajuk Leadership to Build Safety Culture in Industrial Revolution of 4.0 itu merupakan ajang silaturahmi dan wadah tukar pikiran bagi ahli K3 di masing-masing perusahaan. ‘’K3 merupakan hal utama di perusahaan kami. Karena itu kami ijin ke disnaker dan mendapatkan respon positif untuk mengundang perusahaan-perusahaan lain,’’ kata Suyitno.

Suyitno mengingatkan, penerapan K3 menjadi kewajiban. Mengingat risiko pekerjaan langsung berhadapan dengan listrik tegangan tinggi cukup besar. Sehingga semua yang berhubungan dengan K3 termasuk alat pelindung diri (APD) wajib digunakan dan diaplikasikan. ‘’Tanpa APD tidak boleh kerja. Kalau tidak pakai APD mending pulang, itu komitmen kami,’’ lanjutnya.

Kedisiplinan penerapan K3 itu dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. Seperti diketahui dari total 8 ribu kilometer sirkit total panjang jaringan di Jawa-Bali, 2.500 kilometer berada di bawah kendali PT PLN UPT Madiun. Mengelola sedikitnya 40 gardu induk (GI). Dengan wilayah kerja meliputi Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Madiun, Ngawi, Kediri, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek, dan wilayah Jawa Timur sebalah utara serta barat. ‘’Ke depannya menjadi agenda rutin tiap tahun,’’ ungkapnya.

Tejo Wihardiyono, SRM Transmisi PLN UIT JBTB dalam sambutannya mengapresiasi Kota Madiun zero accident. Dia mengungkapkan ketersediaan listrik merupakan jaminan bagi suatu daerah untuk menarik investor. Karena itu ketersediaan listrik tersebut harus ditopang dengan penerapan K3. ‘’Menjadi ajang berbagi pengetahuan, pengalaman, untuk penerapan K3 bagi seluruh peserta yang hadir,’’ sambungnya.

Kepala Disnaker Kota Madiun Suyoto menguraikan sejauh ini baru 18 perusahaan di Kota Madiun yang telah menerapkan budaya K3 dan mendapatkan penghargaan zero accident. Karena itu pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap perusahaan yang belum menerapkan K3. ‘’Ini baru 18 perusahaan. Target tahun ini bertambah jadi 25 atau 30 perusahaan. Sehingga kita bisa naik peringkat dari 8 ke 7 atau 6 se Jatim,’’ kata Suyoto.

Wali Kota Madiun Maidi berharap kegiatan ini mendukung upaya pemkot dalam mendorong seluruh perusahaan agar menerapkan SMK3. Kota Madiun baru saja mendapatkan penghargaan pembina K3 dari sebelumnya peringkat sembilan bertengger di delapan. Maidi pun bakal menginventarisir perusahaan yang belum menerapkan K3. ‘’Dari jumlah itu akan kami cek, mana yang kita bina satu tahun selesai, mana yang kita bina dua tahun dan kekurangannya apa. Kekurangan itu kita tergetkan semuanya standarisasi itu harus terpenuhi, harapan kita seperti itu,’’ ucapnya. (kid/adv/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close