Madiun

PT KAI Daop 7 Madiun Ancam Tutup Tiga Perlintasan Liar

MADIUN – PT KAI Daop 7 Madiun bakal menutup tiga perlintasan kereta api ilegal di Kabupaten Madiun. Eksekusi yang direncanakan sebelum Lebaran itu mengantisipasi insiden temperan kereta dengan pengguna jalan. Sekaligus menyikapi telah aktifnya jalur ganda atau double track ruas Babadan, Kabupaten Madiun–Baron, Nganjuk. ‘’Secepatnya karena ada 30 titik lain yang juga akan ditutup,’’ kata Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko Minggu (12/5).

Ixfan belum bisa membeber lokasi persis tiga titik yang bakal ditutup. Hanya, ketiga titik itu termasuk di antara 10 perlintasan rawan jalur double track Babadan-Baron yang beroperasi akhir bulan lalu. Hasil pendataan, ketiga perlintasan tersebut dipastikan belum berizin sesuai aturan main Undang-Undang (UU) 23/2007 tentang Perkeretaapian. ’’Perlintasan sebidang tidak mengantongi izin resmi harus ditutup untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan,’’ tegasnya.

Daop 7 bakal menyurati pemkab dan pemerintah desa (pemdes) lokasi perlintasan ihwal rencana penutupan. Penertiban perlintasan liar tidak bisa ditoleransi demi menghindari komplain ke KAI oleh masyarakat yang merasa dirugikan. Di sisi lain, kesadaran keselamatan kala melintasi perlintasan dianggap sepele. Angka kecelakaan di wilayah Daop 7 tahun mulai Walikukun, Ngawi hingga Mojokerto mencapai 22 kejadian. Mengakibatkan empat orang tewas dan tiga luka-luka. ’’Apalagi, LHR (lalu lintas harian, Red) kereta meningkat sejak aktifnya jalur ganda di beberapa wilayah Daop 7,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Ixfan menambahkan, tujuan lain penutupan adalah menormalisasi jalur kereta api. Pihaknya akan mengembalikan bentuk jalur yang rusak dampak dilintasi kendaraan. Serta mempermudah perawatan di kemudian hari. Penyebab banyaknya perlintasan liar ditengarai karena munculnya permukiman baru. Warga lantas membuat lintasan memotong rel dengan tujuan awal hanya untuk digunakan pejalan kaki. Lambat laun berkembang dilewati sepeda motor dan mobil. Ditanya apa saja kendala Daop 7 melakukan penertiban, Ixfan enggan memberitahu. Termasuk pertimbangan menghindari konflik dengan warga. ’’Masalah itu tidak perlu disampaikan,’’ katanya.

Daop 7 pasang target 50 perlintasan liar bakal ditutup tahun ini. Selama lima bulan sejak Januari lalu, lembaga itu telah menertibkan 17 perlintasan. Tersisa 33 titik tersebar di tujuh daerah. Ngawi terbanyak dengan 12 titik. Kabupaten Kediri berada di bawahnya dengan delapan titik. Kemudian, masing-masing tiga ada di Kabupaten Madiun, Jombang, Nganjuk, dan Blitar. ‘’Satu perlintasan di Magetan,’’ pungkasnya. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close