Pacitan

PT GLI Memang Mokong, Abaikan Laporan ke Dinas ESDM dan DLH Provinsi

‘’Belum bicara besaran kompensasi. Baru inventarisasi masyarakat terdampak dan yang berpotensi terdampak.’’ Joni Maryono, Kepala DLH Pacitan


PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – PT Gemilang Limpah Internusa (GLI) memang mokong. Laporan ke Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur diabaikan. Itu terungkap dalam rapat pembahasan kerusakan lahan akibat aktivitas penambangan perusahaan itu di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Pacitan Senin (26/8).

Bahkan, dua instansi pemprov yang dihadirkan dalam rapat tersebut menagihnya di depan forum rapat itu.  ‘’Kewajiban laporan ke Dinas ESDM Provinsi Jatim belum dilaksanakan. Juga kewajiban laporan amdal secara berkala kepada DLH Provinsi Jatim,’’ kata Kepala DLH Pacitan Joni Maryono.

Di antaranya laporan berkala proses penambangan PT GLI. Terkait sanksi, Dinas ESDM maupun DLH Jatim tidak membeberkan. ‘’Tadi baru konfirmasi bahwa mereka (PT GLI, Red) belum melaksanakan kewajiban tersebut. Mekanisme teguran, peringatan, maupun sanksi lainnya belum disampaikan,’’ ujarnya.

Rapat tersebut tidak hanya menanyakan kewajiban laporan PT GLI. Permintaan Pemkab Pacitan sebelumnya juga ditagih. Yakni, terkait inventarisasi. Menurut dia, hanya dua warga yang terdampak penambangan. Lahan mereka sama-sama ambles. ‘’Sedangkan jumlah pemilik lahan yang berpotensi terdampak akan dipetakan sesuai alur terowongan,’’ imbuh Joni.

Yakni, warga yang memiliki lahan di atas terowongan penambangan. Sedangkan permintaan lainnya belum dikabulkan. Maklum, besaran kompensasi hingga hari ini belum disampaikan. ‘’Belum bicara besaran kompensasi. Baru inventarisasi masyarakat terdampak dan yang berpotensi terdampak,’’ jelasnya.

Joni menyatakan, rencana rapat lanjutan kerusakan lahan di Desa Cokrokembang akibat aktivitas penambangan PT GLI tetap digelar. Sesuai rencana awal, menghadirkan perwakilan warga desa setempat, Kamis (29/8). ‘’Siapa saja yang diundang menunggu rapat Kamis nanti,’’ tuturnya.

Humas PT GLI Sugiarto belum bisa dikonfirmasi. Baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Sebelumnya, Pemkab Pacitan menggelar rapat persiapan Rabu (21/8). Tujuannya, agar rapat lanjutan Kamis mendatang ada kesepakatan. PT GLI diminta menginventarisasi warga terdampak dan besaran kompensasi. Pun muncul rencana pembentukan tim gabungan untuk memetakan kondisi pertambangan. Terdiri dari pihak PT GLI, pemkab, dan Polres Pacitan. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close