Ngawi

PT BPR Utomo Widodo Ngawi Dilikuidasi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – PT BPR Utomo Widodo, Ngawi, tinggal riwayat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha bank swasta di Jalan PB Sudirman itu Kamis lalu (12/8). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin klaim simpanan para nasabah dapat dibayar sesuai ketentuan berlaku.

Namun, Sekretaris LPS Dimas Yuliharto mengatakan bahwa tidak semua klaim dapat disetujui. Pihaknya hanya memproses simpanan yang tercatat di bank dan tidak melebihi LPS rate. Lalu, pemohon bukan penyebab bank menjadi tidak sehat. ‘’Kami akan melaksanakan rekonsiliasi dan verifikasi,’’ ujarnya, Jumat (13/8).

Data LPS sebelum BPR Utomo Widodo ditutup, terdapat 10.906 rekening nasabah dengan nominal simpanan mencapai Rp 30,79 miliar. Dimas menyebut, pencairan simpanan yang layak dibayar paling lama lima hari sejak proses rekonsiliasi dan verifikasi dilakukan. ‘’Sedangkan pembayaran simpanan paling lama 90 hari kerja setelah pencabutan izin usaha,’’ terangnya. (odi/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button