Magetan

PSK Rumah Kos Sulit Dikontrol, Rawan Menularkan Penyakit Berbahaya

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Wajar jika sejumlah pihak, mulai DPRD hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI), mendesak Pemkab Magetan menerbitkan aturan spesifik tentang rumah kos. Sebab, ditengarai keberadaannya tidak hanya untuk tempat tinggal. Namun, juga ada yang digunakaan sebagai tempat praktik prostitusi.

Sehingga, selain memicu masalah sosial, juga rawan berdampak kesehatan masyarakat. Mulai penyakit menular seksual hingga HIV/AIDS. ‘’Pekerja seks komersial (PSK) yang tinggal di rumah kos sulit dikontrol kondisi kesehatannya,’’ kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Didik Setyo Margono Minggu (2/2).

Menurut dia, kasus di Magetan tak hanya tertular PSK dari lokalisasi. Namun, juga dari yang tinggal di kos-kosan atau menginap di hotel. Sehingga, dinkes tak bisa melakukan cek voluntary counseling and testing (VCT) rutin tiga bulanan. ‘’Sehingga, penyakit menular ini bisa menyebar ke banyak orang,’’ jelasnya.

Hanya sebagian saja PSK yang masih bisa dijangkau dinkes untuk cek kesehatan. Selebihnya membandel dan memang tak mau. Alasannya, tidak ada gejala penyakit apa pun. Pihaknya tetap melakukan pendekatan persuasif agar mau dicek kesehatannya. ‘’Tapi kami tidak bisa menjangkau semua,’’ ujar Didik.

Untuk PSK yang tinggal di lokalisasi, bisa didatangi untuk cek kesehatan. Jika terjangkit penyakit berbahaya bisa langsung diberi pemahaman dan disarankan menjalani pengobatan. Pun akan terus dipantau. ‘’Termasuk dilarang jadi PSK lagi dan tetap menjaga kondisi kesehatnnya,’’ tutur Didik.

Dia berharap pihak terkait tetap melibatkan dinkes. Contohnya, satpol PP-damkar yang acap minta bantuan untuk cek kesehatan setiap penertiban. Baik PSK, anak jalanan, maupun penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya. Sehingga, terdeteksi riwayat kesehatannya. ‘’Pengendalian tetap kami lakukan,’’ pungkasnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button