Opini

PSC Tingkat Kelurahan

JALAN Pahlawan Kota Madiun sudah berubah. Pembangunan pedestrian untuk tahap ketiga saya targetkan selesai tahun ini. Artinya, trotoar sisi timur Jalan Pahlawan sudah lebih lebar dari ujung selatan sampai utara. Dari simpang empat tugu sampai depan Polres Madiun Kota. Bukan hanya lebih lebar, pedestrian itu menjadi lebih nyaman, aman, dan menarik tentunya. Kawasan itu saya sebut Pahlawan Street Centre (PSC).

Di sana akan menjadi titik baru pusat perekonomian. Tempat jual-beli kuliner sampai pernak-pernik sebagai buah tangan. Ya, kawasan itu kita ubah menjadi tempat wisata bagi semua. Baik untuk keluarga, lansia, anak-anak, hingga penyandang disabilitas. Setidaknya ada enam kategori nanti. Kategori kuliner unggulan, kategori produk seni, kategori bunga, kategori edukasi pertanian, kategori bonsai, dan kategori kuliner dari luar kota. Itu tersebar dari ujung selatan sampai utara. Agar tidak hanya di bagian tengahnya. Yang ada taman sumber wanginya itu.

Kita juga akan punya jalur sepeda wisata. Yang sekarang sudah hampir siap jalur 15 kilometer. Startnya juga di PSC. Begitu juga finisnya. PSC bisa dibilang sebagai titik sentralnya. Jalur ini melewati sejumlah destinasi wisata di tengah kota. Di antaranya kelenteng, alun-alun, taman bantaran, taman lalu lintas, gereja, RTH Kartini, bosbow, sentra kuliner Rimba Darma, kawasan GOR dan Stadion Wilis, taman olahraga Gulun, hingga Bumi Perkemahan Ngrowo Bening.

Jalur sepeda wisata yang 25 kilometer segera setelah yang 15 ini selesai. Nah, yang 25 kilometer ini akan melewati kelurahan-kelurahan. Saya optimistis setiap kelurahan punya potensi unggulan. Karenanya, saya ingin itu ditonjolkan. Setiap kelurahan sudah kita anggarkan Rp 261 juta. Penganggarannya dalam APBD perubahan ini. Duit itu mulai dicairkan dalam waktu dekat ini. Saya tahu kelurahan punya dana kelurahan seperti dana desa. Besarnya Rp 350 juta tiap kelurahan. Tapi, dana ini lebih banyak untuk penanganan Covid-19 tahun ini.

Mulai alat penyemprot, thermo gun, tempat cuci tangan, hingga bantuan-bantuan lain. Alat penyemprot dan thermo gun diberikan kepada setiap RT. Sedangkan tempat cuci tangan untuk di titik tertentu yang dirasa perlu. Nah, dampak Covid-19 tak hanya di bidang kesehatan. Juga perekonomian. Karenanya, pemulihan ekonomi juga penting dilakukan. Anggaran tambahan Rp 261 juta itu untuk urusan pemulihan perekonomian di tiap kelurahan. Duit itu berangkat dari DID Rp 14,9 miliar dari pemerintah pusat untuk Kota Madiun. DID didapat karena Kota Madiun dinilai cukup baik dalam penanganan Covid-19.

Saya ingin dana ini untuk ngegas ekonomi. Mulai perbaikan lapak UMKM, jalur sepeda di kelurahan, perbaikan taman, dan lain sebagainya. Setiap kelurahan sudah memiliki desain pembangunan calon tempat produk UMKM. Seperti di Kelurahan Manisrejo yang membuat food court. Lokasinya di jalan baru Pagu Indah. Pembangunan ditargetkan selesai Desember nanti. Lokasi tersebut rencananya akan dilewati rute sepeda wisata 25 kilometer. Pembangunan food court juga dari anggaran Rp 261 juta itu. Sebagian anggaran juga digunakan untuk fasilitas di kampung tangguh dan lainnya.

Saya ingin setiap kelurahan juga memiliki semacam Pahlawan Street Centre. Bedanya ini di tingkat kelurahan. Saya ingin di tiap kelurahan ada satu jalan utama yang disulap menjadi titik perekonomian. Ada aktivitas jual beli di sana. Titik itu harus dibuat menarik dan menjadi pusat UMKM di kelurahan tersebut. Paling tidak jalan yang menuju pembangunan tempat UMKM. Jalan dibuat bagus untuk menuju tempat UMKM unggulan kelurahan. Seperti yang saya jelaskan, jalur tersebut juga menjadi jalur sepeda wisata. Jadi, jalannya harus baik. Mulus, terang, nyaman, dan aman.

Pemkot Madiun juga memberikan bantuan gerobak UMKM. Anggarannya, sekitar Rp 800 juta. Masing-masing kelurahan dapat dua. Gerobak ditempatkan di jalur sepeda wisata yang akan dilewati. Bisa juga di sekitar pojok UMKM yang dibangun itu. Atau di titik lain. Yang penting dilewati jalur sepeda wisata. Saya ingin setiap kelurahan memiliki itu. Titik-titik ekonomi baru di tiap kelurahan ini akan dikoneksikan satu sama lainnya melalui jalur sepeda wisata 25 kilometer tadi.

Saya berharap pelaku UMKM bersiap dari sekarang. Produk dikemas menarik dan kualitas dijaga. Artinya, semua bergerak. Pemerintah melalui kelurahan menyiapkan tempatnya, masyarakat yang punya produk disiapkan dari sekarang. Tempatnya jadi, produknya siap. Mari kita geliatkan perekonomian di tingkat kelurahan. Ini sesuai arahan presiden kita. Intervensi berbasis lokal untuk pencegahan dan pemulihan ekonomi saat pandemi.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close