Magetan

Proyek Pemdes Rejomulyo Dilaporkan ke Kejaksaan Magetan

Kades Persilakan Jaksa Cek Lapangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sejumlah paket proyek pemdes Rejomulyo, Panekan, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan Kamis (25/6). Lantaran dicurigai struktur fisik dari sejumlah proyek tidak sesuai standar. Dugaan lainnya, paket yang bisa dikerjakan satu tahapan dipecah hingga empat tahap. ‘’Kami curiga ada anggaran yang tidak digunakan sebagaimana mestinya,’’ kata Sugianto, warga setempat sekaligus pelapor.

Beberapa paket pekerjaan yang diindikasi penyelewengan itu meliputi pembangunan gedung balai desa/balai kemasyarakatan, pembangunan jalan, rabat beton jalan, talut, pemeliharaan jalan usaha tani, serta pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi. ‘’Kami juga menyoroti pembangunan pendapa yang dikerjakan empat tahap dari tahun 2017. Kurang lebih total dananya Rp 800 juta,’’ ujarnya.

Sugianto juga menyebut pemdes tidak transparan dalam menyosialisasikan APBDes 2019. Sehingga warga minim informasi. Setiap awal dimulainya suatu pembangunan,  disebutnya tak pernah dipasang papan informasi terkait. ‘’Papan informasi dipasang setelah pekerjaan itu selesai,’’ ungkapnya.

Sugianto menyebut badan permusyawaratan desa (BPD) tak pernah difungsitugaskan mengawasi setiap pembangunan. Sugianto juga menggali informasi bila kades tidak pernah menyerahkan dokumen pekerjaan kepada BPD. Itu membuat pekerjaan proyek asal-asalan. Material bangunan tidak sesuai spesifikasi teknik. ‘’Kami sudah gali fakta di lapangan dan keterangan dari ketua BPD,’’ ujarnya.

Sugianto pun menyebut kades Rejomulyo tidak membentuk Tim Pengelola Kegiatan (TPK) atau Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagaimana yang telah ditentukan dalam peraturan. ‘’Dengan alasan tidak ada ketersediaan dana,’’ katanya.

Kades Rejomulyo Saeno menampik segala tuduhan. Dia memastikan seluruh tuduhan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Termasuk transparansi anggaran yang juga dipermasalahkan pelapor. ‘’Kami terbuka. Kalaupun dari kejaksaan ingin mengecek, kami persilakan,’‘ ucapnya.

Saeno justru kaget dengan laporan berbagai penyimpangan yang dialamatkan ke pemdes yang dinakhodainya. Selama ini pun, tak pernah ada warga yang mempermasalahkan pembangunan fisik di desanya. Karena memang seluruh pekerjaan diketahui seluruh pihak terkait. Mulai warga, BPD, LPM, karang taruna, dan seluruh lembaga lain di desa setempat. ‘’Kami sudah jalankan sesuai prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,’’ jelasnya.

Saeno mengungkap fakta bila sejatinya pelapor itu bukanlah warga asli desanya. Melainkan warga dari Pontianak, Kalimantan Barat. Pihaknya sudah mengonfirmasinya langsung. Pun, saat melakukan pelaporan ke Kejari, Sugianto tidak didampingi warga Rejomulyo. Saeno balik curiga ada tendensi tertentu yang berniat menjatuhkan nama baik pemdes. ‘’Kemungkinan ini karena kekecewaan setelah pilkades tahun kemarin,’’ ungkap Saeno.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan Sudiharyansyah menyatakan bakal menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan DD 2019 tersebut. Korps Adhyaksa segera memeriksa beberapa proyek fisik secara langsung. Laporan yang dilayangkan Sugianto disertai beberapa foto pendukung. ‘’Kami tetap akan cek ke lapangan. Kami butuh data riilnya,’’ ujarnya. *** (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close