Mejayan

Proyek Pembangunan Dua Palang Perlintasan Kereta Api

Tinggal 10 Hari, Minus 30 Persen

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Proyek pembangunan dua palang perlintasan kereta api diburu waktu. CV Wahyu Jaya selaku rekanan pelaksana harus menyelesaikan pekerjaan di perlintasan Desa/Kecamatan Wonoasri dan Desa Bungkus, Mejayan, dengan batas akhir 20 Desember. ‘’Kurang 30 persen. Saat ini progresnya sudah sekitar 70 persen,’’ kata Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun Aksin Senin (9/12).

Kontraktor asal Blitar itu mengerjakan tiga paket pekerjaan. Yakni, pengadaan dan pemasangan rambu bersuar kereta api, palang pintu, dan pembangunan pos jaga perlintasan sebidang. Masing-masing satu unit di Wonoasri dan Bungkus. Selama ini, kedua titik tersebut belum dilengkapi sarana dan prasarana (sarpras) keamanan.

Aksin mengungkapkan, rekanan telah menyelesaikan pengadaan rambu dan palang pintu. Peranti keselamatan tersebut sudah siap dan tinggal proses pengiriman. Tahapan tersebut menunggu selesainya pembangunan pos jaga. Sebab, sekaligus dengan pemasangannya. ‘’Total anggaran Rp 1,2 miliar. Masing-masing titik sekitar Rp 600 juta,’’ sebutnya.

Sedangkan pembangunan pos jaga sudah memasuki tahap finishing sejak digarap pekan lalu. Bangunan utama dan atap telah terbentuk. Tinggal melapisi tembok dengan semen dan pengecatan. Pekerjaan tersebut rampung pekan ini. Dishub optimistis sisa tenggat sepekan lebih cukup untuk memasang rangkaian palang perlintasan. ‘’Kami sudah mengingatkan ke rekanan,’’ ujar Aksin.

Aksin menyebut, petugas jaga perlintasan bakal dilengkapi tahun depan. Saat ini masih menyusun rencana anggaran biaya (RAB) pengadaan sumber daya manusia (SDM) tersebut. Paling cepat diselesaikan Februari 2020. Total personel delapan orang. Masing-masing pos jaga ditempatkan empat orang yang bekerja dengan sistem sif. ‘’Sebelum bertugas mereka akan didiklat dua pekan di API (Akademi Perkeretaapian Indonesia, Red) Madiun,’’ jelasnya.

SDM memanfaatkan warga desa setempat. Yakni, orang-orang yang selama ini sudah membantu mengatur lalu lintas di perlintasan. Dishub telah membuat komitmen dengan kepala desa (kades) masing-masing. ‘’Kami maksimalkan warga desa,’’ tuturnya seraya menyebut tenaga itu diberi honor Rp 1,5 juta per bulan.

Palang perlintasan sudah bisa difungsikan setelah 20 Desember. Petugas jaga pos akan difasilitasi rekanan selama masa transisi menunggu pengadaan dari pihaknya. ‘’Palang perlintasan sudah bisa dinikmati ketika momen liburan Nataru (Natal dan tahun baru, Red),’’ pungkasnya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close