Pacitan

Proyek Jembatan Mandek, Warga Memutar 1 Km

Ekonomi Tiga Desa Tersendat

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Target pembangunan jembatan Gunungsari meleset. Kondisi itu dikeluhkan warga karena menghambat akses ekonomi. Mereka mendesak pemkab untuk melanjutkan kembali pengerjaan jembatan penghubung antara Desa Tambakrejo, Gunungsari, dan Banjarsari, itu.

Awalnya di lokasi itu sudah ada jembatan gantung. Namun, kondisinya rusak karena diterjang banjir 2017 silam. Tahun lalu pemkab membangun kembali jembatan baru di lokasi tersebut.

Namun, pembangunan belum sepenuhnya tuntas tahun ini. Progresnya minus 25 persen. Warga pun memanfaatkan jembatan gantung yang dibangun swadaya selebar 1,5 meter. ‘’Hanya bisa dilalui pengendara sepeda motor. Warga yang naik mobil memutar sejauh 1 kilometer lewat jembatan Pagutan,’’ kata Sekretaris Desa Gunungsari Budiono Kamis (12/11).

Dia menilai pembangunan jembatan Gunungsari berjalan lamban. Padahal, proses pembebasan lahan sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Namun, pengerjaan fisiknya baru dimulai pada Agustus 2019. ‘’Belum rampungnya jembatan Gunungsari membuat akses ekonomi warga sulit dan bahkan sedikit terisolasi,’’ ungkapnya.

Kini tak lagi terlihat aktivitas di lokasi pembangunan jembatan sepanjang 150 meter itu. Alat berat juga sudah diangkut. Kondisi itu terjadi beberapa bulan lalu setelah anggaran proyek senilai Rp 7 miliar dialihkan untuk penanganan korona.

Hasil pantauannya, pengerjaan proyek menyisakan proses pengecoran lantai jembatan, pengaspalan, dan bangunan pengaman. Bahkan, pemecah arus air belum terpasang. ‘’Kami mafhum, pandemi korona membuat semua anggaran dinolrupiahkan. Tapi, masyarakat sangat menginginkan infrastruktur tersebut bisa segera terealisasi,’’ ujar Budiono. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button