Mejayan

Proyek IGD Terpadu RSUD Caruban, Tanpa IMB dan Sertifikat Tanah

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Proyek Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu RSUD Caruban diduga cacat administrasi. Pembangunan gedung berlantai dua senilai Rp 13,9 miliar itu ternyata belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). ‘’Belum ada pengajuan masuk dari RSUD Caruban,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto Rabu (5/11).

Arik menyatakan rumah sakit pelat merah itu terakhir kali mengurus permohonan perizinan ke tempatnya Juli lalu. Total yang diajukan 17 lokasi proyek. Namun, setelah dicek tidak ada satu pun pengajuan untuk IGD terpadu. Informasi dari stafnya, persyaratannya belum lengkap. ‘’Informasi dari staf, gambar belum siap,’’ ungkapnya.

DPMPTSP enggan berkomentar banyak ihwal belum tuntasnya legalitas proyek yang digarap rekanan pelaksana PT Galakarya tersebut. Pihaknya sebatas mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) layanan kesehatan itu segera melengkapi perizinan sesuai prosedur berlaku. ‘’Kami mengingatkan untuk segera mengurus izinnya,’’ ujarnya seraya menyebut proyek gedung poli jiwa RSUD Caruban senilai Rp 3,7 miliar juga belum mengantongi IMB.

Di lain pihak, Direktur Utama (Dirut) RSUD Caruban Djoko Santoso menjelaskan urusan legalitas terkendala sertifikat tanah sebagai syarat IMB. Lahan bakal IGD terpadu itu dulunya aset Kelurahan Bangunsari, Mejayan. Badan pengelolaan keuangan aset daerah (BPKAD) memproses pengalihannya jadi aset pemkab tahun lalu. Namun, sampai saat ini belum kelar. ‘’Kami pun minta ke bagian aset (BPKAD) untuk dipercepat karena sertifikat itu juga sebagai syarat akreditasi,’’ ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi mendesak urusan IMB segera diselesaikan. Selain karena amanat regulasi, urusan tertib perizinan itu harus dijadikan percontohan kepada masyarakat. Mengingat instansi terkaitnya menjadi bagian pemerintahan. ‘’Selaku legislatif kami minta segera dilengkapi dan diselesaikan,’’ ucapnya. (cor/sat)

 

‘’Tidak jadi masalah karena itu hanya aksesoris, permainan arsitektur saja, bukan struktur utama.’’ Djoko Santoso, Dirut RSUD Caruban

Klaim Perubahan Konstruksi Tak Bermasalah

KONSTRUKSI proyek IGD Terpadu RSUD Caruban akhirnya diubah menyusul ambruknya tembok bagian timur. Rekanan pelaksana PT Galakarya mengubah dua kegiatan berdasar hasil evaluasi pihak-pihak terkait. Perubahan itu diklaim tidak akan menimbulkan masalah di kemudian hari. ‘’Bukan yang utama karena bagian arsitektur bukan konstruksi utama,’’ kata Adi Dewantoro, koordinator pengawas PT Bangun Kusuma Karya (BKK).  

Adi mengungkapkan perubahan itu salah satunya mengganti struktur kolom bangunan dinding. Dari semula kolom praktis menjadi kolom struktur. Awalnya sistem pemasangan tiang strukturnya dengan penyambungan. Namun, karena ada kejadian ambruk, diganti kolom struktur yang sistem pemasangannya dari atas ke bawah tanpa terputus. ‘’Supaya lebih kuat,’’ ujarnya.

Perubahan lainnya mengganti komponen kanopi sebagai pelengkap dinding. Dari sebelumnya berbahan beton menjadi alumunium composite panel (ACP). Bahan tersebut lebih ringan dan tidak terlalu berisiko. Perubahan tidak hanya diterapkan pada sisi tembok yang ambruk, melainkan secara keseluruhan. ‘’Perbaikannya sudah klir dilakukan rekanan. Selesai tiga sampai empat hari sejak kejadian (16 Oktober, Red),’’ ungkapnya.

Adi mengklaim perbaikan tembok dengan dua perubahan kegiatan tidak mengganggu progres pembangunan. Penyedia jasa bisa menjaga deviasi positif sekitar 2,9 persen. Dari target 39 persen, tercapai 42 persen per pekan lalu. ‘’Sejauh ini tidak ada masalah,’’ klaimnya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi menyebut revisi desain itu telah disesuaikan secara teknis. Saat rapat dengar pendapat (RDP), pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) dan tim teknis dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah menyampaikan perubahan itu tidak ada masalah. Sekali pun mengubah perencanaan awal. ‘’Karena tidak memengaruhi anggaran,’’ ungkapnya.

Dirut RSUD Caruban Djoko Santoso mengatakan revisi desain merupakan hasil evaluasi pasca kejadian. Penyedia jasa telah memperbaiki atap gedung instalasi farmasi yang rusak tertimpa puing reruntuhan. Juga membangun kembali dinding berpelengkap kanopi yang ambruk sesuai hasil evaluasi. ‘’Tidak jadi masalah karena itu hanya aksesoris, permainan arsitektur saja, bukan struktur utama,’’ sebutnya. (cor/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button