Magetan

Proyek Fisik Tidak Beres, Pemkab Magetan Warning Rekanan ”Genit”

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Proyek fisik Pemkab Magetan tidak beres. Batas akhir pekerjaan tinggal sehari. Tepatnya Minggu (15/12). Namun, hampir semua pekerjaan belum ada yang rampung. ‘’Dari sini kami tahu mana rekanan yang ”genit” dan yang patuh,’’ kata Kabag Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdakab Magetan Elmy Kurniarto Jumat (13/12).

Untuk itu, pihaknya bakal melakukan penilaian penyedia jasa konstruksi. Yakni, menyebar kuesioner kepada para pejabat pembuat komitmen (PPK). Penilaiannya per paket pekerjaan. Bukan per pelaksana. Tahun depan, hasil penilaian bakal diekspos dengan mengundang asosiasi dan para PPK setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

Kinerja para kontraktor bakal disampaikan. Hasil penilaian tersebut juga jadi dasar pertimbangan dalam melaksanakan pekerjaan tahun depan. ‘’Harus hati-hati jika perusahaan yang ”genit” itu ikut pelelangan,’’ warning-nya.

Pekerjaan yang molor tetap harus diselesaikan setelah batas akhir kontrak. Bahkan, hingga ganti tahun sekalipun. Itu sesuai Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pelaksana yang tambah waktu pekerjaan, bakal didenda. Sesuai waktu adendum yang diajukan. ‘’Denda harus dibayar pelaksana,’’ tegas Elmy.

Namun, untuk mengajukan tambahan waktu tidak bisa sembarangan. Harus ada kesepakatan antara pelaksana dan PPK. Berapa hari yang dibutuhkan bakal dihitung detail. Sesuai sisa pekerjaan yang belum rampung. ‘’Sesuai perpres, pelaksana memang harus diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan. PPK yang menilai kemampuan pelaksana tersebut,’’ jelasnya.

Jika pada adendum pertama, pelaksana belum mampu menyelesaikan pekerjaan, bisa mengajukan yang kedua. Namun, maksimal waktu tambahan 50 hari. Maksimal denda yang harus ditanggung pelaksana lima persen. ‘’Jika melihat progres di lapangan, akan ada banyak pelaksana yang kena denda. Banyak yang belum selesai,’’ ungkapnya.

Karena mengajukan tambahan waktu, jaminan juga harus diperpanjang. Pelaksana harus mengajukan kepada bank lagi. Elmy yakin rekanan sudah fasih dengan tahapan adendum tersebut. Meski begitu, dia menyayangkan pelaksana yang tidak komitmen dengan kontrak. Sebab, bakal memengaruhi rapor mereka. ‘’Kami tidak hanya melelang, tapi juga menilai,’’ tegasnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button