AdvertorialNgawi

Proyek Fisik Lemot, Dewan Intervensi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pelaksanaan sejumlah proyek fisik disorot oleh DPRD Ngawi. Karena dua bulan sebelum tutup tahun anggaran, masih terdapat proyek yang capaian progresnya masih sekitar 60 persen. ‘’Ini agak mengkhawatirkan kalau menurut kami,’’ kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Ngawi Heru Kusnindar Jumat (8/11).

Dia menilai progres 60 persen itu tergolong rendah. Apalagi, melihat sisa waktu pekerjaan yang kurang dari dua bulan. Belum lagi pekerjaan di lapangan dihadapkan pada masalah cuaca yang sebentar lagi masuk musim hujan. ‘’Dari sisi penyerapan anggaran, kami agak meragukan bisa tercapai sesuai target waktu yang ditentukan,’’ ujarnya.

Terdapat tiga proyek fisik yang menjadi catatan komisinya saat melakukan sidak di lapangan kemarin. Antara lain, rehabilitasi Gedung Eko Kapti, pembangunan gedung perpustakaan, dan kantor pemadam kebakaran. ‘’Ini akan jadi bahan kami nanti untuk evaluasi bersama OPD terkait,’’ tutur Kusnindar.

Pihaknya juga menyorot kualitas material bangunan proyek yang buruk. Salah satunya pada proses pengerjaan atap gedung kantor pemadam kebakaran. Kusnindar dkk meragukan kualitas bahan material yang dipakai tidak akan bertahan lama. ‘’Seperti PVC, tapi waktu coba dites dengan diremas teman-teman, mudah patah,’’ ungkapnya.

Kusnindar menyampaikan, hasil temuan di lapangan nantinya akan dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP). ‘’Nanti akan kami tindak lanjuti dengan rapat dengar pendapat (RDP) bersama OPD terkait, kira-kira seperti apa solusinya,’’ pungkasnya. (tif/c1/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button