Magetan

Proyek Desa Wisata Religi Tersendat, Dana Peningkatan Jalan Menuju Temboro Dibatalkan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rencana pemkab menjadikan Temboro, Karas, sebagai desa wisata religi tersendat pandemi Covid-19. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membatalkan anggaran untuk meningkatkan akses menuju kawasan itu dan mengalihkannya untuk penanganan pandemi korona.

‘’Peningkatan jalan menuju sana rencananya menggunakan DAK (dana alokasi khusus, Red), tapi tidak bisa dilaksanakan tahun ini,’’ kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muchtar Wahid Selasa (5/5).

Sesuai detail engineering design (DED), DPUPR bakal melanjutkan peningkatan jalan menuju Temboro dari arah utara. Dimulai dari gerbang masuk desa hingga perempatan Jungke, Karas. Jalan bakal diperlebar dan dilapisi hotmix. Selain itu, pembangunan trotoar di sisi kanan dan kirinya.

Sedianya, total anggaran sekitar 3,5 miliar bakal ditransfer ke Pemkab Magetan untuk memoles akses menuju Temboro. ‘’Tapi, ada kepentingan yang lebih mendesak, kami ikuti saja aturannya,’’ tutur Muchtar.

Muchtar memastikan, selama pandemi Covid-19 masih berlangsung, pekerjaan tersebut tidak bisa dilanjutkan. Apalagi, di desa setempat kini tengah diterapkan lockdown lokal. ‘’Tetap melihat situasai di sana supaya membaik dulu, baru melanjutkan program,’’ tegasnya.

DPUPR akan tetap berusaha melanjutkan sisa pekerjaan tersebut. Pada masa perubahan-APBD 2020 pihaknya bakal kembali mengajukan peningkatan jalan menuju Temboro. Akan tetapi, ada catatan yang dia garis bawahi. Yakni, selain kondisi lingkungan sekitar, juga kecukupan waktu pengerjaan. ‘’Kalau waktu tidak cukup, ya tahun berikutnya. Prinsipnya pekerjaan tetap jalan walaupun tertunda,’’ katanya.

Tahun lalu, DPUPR melebarkan jalan di Madinah-nya Magetan itu menjadi 14 meter dan panjang 750 meter. Pelebaran jalan itu mulai utara pasar hingga perbatasan Desa Temenggungan, Karas. Juga dilakukan pemasangan gorong-gorong dan saluran terbuka. Pengerjaan itu menjadi satu dengan rehabilitasi jalan Tinap-Jungke.

Bupati Suprawoto menambahkan, pemkab tetap akan melanjutkan proyek desa wisata religi Temboro karena telah ditetapkan sebagai program prioritas. ‘’Tetap jalan, tapi waktunya mundur,’’ ujarnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close