Madiun

Protes Warga Soal Pembangunan Jembatan Existing

MADIUN – Sejumlah warga Kelurahan Winongo mengeluh ke Daop 7 Madiun. Pemicunya keberadaan jembatan penghubung antara Jalan Minakoncar dan Jalan Tangkuban Prahu yang dulu sempat dibongkar untuk keperluan pembangunan double track kini ditiadakan.

Mereka lantas menumpahkan kekecewaannya ke PT KAI. Keluhan itu mereka sampaikan lewat media sosial (medsos). Isinya, warga berharap ada solusi dari PT KAI untuk mengembalikan konstruksi bangunan jembatan seperti dulu. Tujuannya supaya bisa dijadikan sebagai akses penyeberangan umum bagi warga pengguna sepeda motor.

Sebab, sejak jembatan peninggalan Djawatan Kereta Api (DJKA) itu dibongkar warga Winongo yang hendak mengantarkan anaknya sekolah harus memutar jauh. Terutama yang menempuh pendidikan di SMPN 1, SMPN 3, SMPN 13 dan SDN Madiun Lor 01.

Menanggapi keluhan tersebut, Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko menyatakan bahwa pembangunan double track kereta api (KA) itu merupakan pekerjaan satker dari dirjen perkeretaapian kementerian perhubungan (kemenhub). Kendati demikian, jembatan baru tetap akan dibangun di dekat lokasi jembatan jalur ganda. ’’Hanya tujuannya bukan untuk kepentingan umum,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun Kamis (13/6).

Selain itu, lanjut Ixfan, konstruksi jembatan tersebut hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki bukan untuk pengendara sepeda motor. Karena sesuai aturan bahwa akses jalan tersebut digunakan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan jalur KA. ’’Jadi, jembatan itu untuk kepentingan operasional KA,’’ terangnya.

Ixfan menambahkan bahwa keberadaan jembatan itu sebenarnya masuk dalam daerah milik jalur (damija). Sehingga, adanya jembatan dan jalan existing yang sedang dibangun saat ini itu bukan merupakan untuk kepentingan umum. Tetapi, untuk operasional petugas dalam mengawasi jalur KA. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait