Magetan

Protes Jalan Berlubang, Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tiga pohon pisang yang tertanam di tengah jalan cukup menggambarkan protes warga. Merespons rusaknya jalan di Dusun Ngampon, Kelurahan Takeran, yang tak kunjung disentuh perbaikan.

Darno, warga setempat, menyebut akses jalan kelurahan penghubung Takeran-Magetan-Madiun rusak sejak lima tahun terakhir. Kondisinya yang berlubang menimbulkan genangan saat penghujan. Namun, dia tidak tahu siapa penanam pohon bertuliskan sindiran tersebut. ‘’Jalannya memang rusak. Kami tidak tahu kapan akan diperbaiki,’’ ungkapnya.

Protes serupa pernah dilakukan namun belum ada respons dari pihak kelurahan maupun kecamatan. Selain jalan, gorong-gorong di ruas itu juga ambrol sejak beberapa bulan lalu. Karena itulah, warga sengaja memberi penanda untuk pengaman pengendara sekaligus jadi wujud protes. ‘’Kami harap saluran airnya juga segera diperbaiki,’’ tegasnya.

Lurah Takeran Purnomo menyebut rehabilitasi jalan bakal dilakukan pekan depan. Perencanaannya sudah dilakukan sejak awal tahun, namun pelaksanaannya tertunda karena refocusing anggaran. Kini, perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2020 telah menganggarkan Rp 187 juta. Surat perintah kerja (SPK)-nya dimungkinkan terbit 2 November. Sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai keesokan harinya. ‘’Bukannya tidak merespons aksi warga. Kami sudah lama rencanakan, tapi kan butuh dana,’’ ujarnya.

Pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan RT untuk mengumumkan jalan segera diperbaiki. ‘’Pohon pisangnya biarkan saja. Kami anggap sebagai peringatan agar bekerja lebih baik,’’ ucapnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button