News

Proses Perkembangan Bahasa Anak Menurut Teori Empiris

×

Proses Perkembangan Bahasa Anak Menurut Teori Empiris

Share this article

Proses Perkembangan Bahasa Anak Menurut Teori Empiris – Bahasa pertama (first language acquisition) biasanya disebut sebagai bahasa ibu atau B1. Pemerolehan bahasa kedua adalah studi tentang bagaimana seseorang belajar bahasa lain setelah menguasai bahasa ibu mereka. Sumber : Arifudin, Neuro Psikolinguistik, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2010

4 Secara empiris, peneliti juga membahas dua teori utama tentang bagaimana manusia memperoleh bahasa pertama, yaitu: teori pertama menyatakan bahwa manusia memperoleh bahasa secara alamiah (innate theory). Teori kedua menyatakan bahwa manusia memperoleh bahasa melalui proses belajar (the learning theory).

Proses Perkembangan Bahasa Anak Menurut Teori Empiris

5 Teori nativis Teori bahwa manusia memperoleh bahasa secara alami. Teori ini, yang dikenal sebagai hipotesis hati nurani, diciptakan oleh Lenberg dan Chomsky.

Buku Sosiologi Umum

Semua anak normal akan menguasai bahasa ibu mereka jika mereka mengetahuinya. Akuisisi bahasa tidak ada hubungannya dengan kecerdasan. Kalimat-kalimat yang digunakan anak-anak seringkali tidak sesuai tata bahasa, tidak lengkap dan sedikit jumlahnya. Hanya manusia yang bisa berbicara. Perkembangan bahasa anak sesuai dengan perkembangan lainnya. Struktur bahasanya sangat rumit, kompleks dan khusus.

7 Teori Chomsky menekankan bahwa bahasa adalah genetik, bahwa manusia dilahirkan dengan gen untuk berbicara. Dengan demikian, hipotesis naluri bahasa adalah hipotesis yang menyatakan bahwa sebagian atau seluruh bagian bahasa tidak diperoleh atau dipelajari, tetapi ditentukan oleh sifat-sifat tertentu dari hati nurani organisme manusia. Hipotesis ini menekankan adanya artefak yang dibawa manusia sejak lahir, yaitu language acquisition device (LAD).

8 Teori belajar Teori ini menyatakan bahwa bahasa diperoleh melalui proses belajar. Teori ini lahir dari psikolog B.f. Skinner dari Harvard University. Skinner adalah perwakilan dari behaviorisme, bahwa bahasa adalah perilaku lisan. Behaviorisme adalah aliran psikologi yang mempelajari perilaku nyata yang dapat diukur secara objektif.

9 Blomfeed dalam bukunya “laguage” dalam parera (1986: 80) menerapkan gagasan utama behaviorisme pada analisis bahasa sebagai berikut: bahasa adalah bentuk tindakan tubuh. Seseorang harus dapat membedakan antara hal-hal sebelum bahasa, bahasa dan peristiwa setelah bahasa. sebagai respon alternatif. sebagai stimulus pengganti.

Bab Iii Konseptualisasi Masalah Penelitian

10 Skinner mengatakan bahwa bahasa harus merespons sebagai respons terkondisi terhadap rangsangan tersembunyi, baik internal maupun eksternal. Hal ini dapat dijelaskan dengan fakta bahwa semua pengetahuan bahasa yang ada di tangan manusia, yang diekspresikan dalam perilaku berbahasa, merupakan hasil sintesa dari peristiwa-peristiwa bahasa yang dialami dan diamati oleh manusia. Dalam teori ini, perilaku verbal seseorang dibentuk oleh serangkaian peristiwa berbeda yang terjadi di sekitarnya.

11 Sebagai penjelasan lain untuk teori ini, adalah mungkin untuk menggambarkan bagaimana bayi mulai berbicara. Ketika seorang anak memperoleh sistem fonetis dari bahasa ibunya, pertama-tama ia akan berbicara dengan sistem fonetis yang ada di semua bahasa di dunia. Namun, karena lingkungan selalu memberikan contoh sistem fonetis bahasa ibu mereka, yang terus-menerus memotivasi mereka untuk meniru sistem bahasa ibu, maka yang akhirnya mereka kuasai adalah sistem bahasa ibu.

Baca Juga  Pengolahan Bahan Pangan Hewani Bertujuan Untuk

12 Kesimpulan Pemerolehan bahasa adalah proses yang terjadi di otak ketika seorang anak memperoleh bahasa ibunya.

Agar situs web ini berfungsi dengan baik, kami merekam data pengguna dan membaginya dengan pemroses kami. Untuk menggunakan situs web ini, Anda harus menyetujui kebijakan privasi kami, termasuk kebijakan cookie. Menurut Maxen (Mudini et al., 2016), pemerolehan bahasa atau language acquisition adalah proses penguasaan bahasa yang dilakukan seseorang secara tidak sadar dan implisit. , dan informal. Selain itu, menurut Lyons dalam (Mudini et al. 2016), pemerolehan bahasa adalah penggunaan bahasa tanpa keterampilan untuk menciptakan pengetahuan linguistik di antara penutur bahasa yang disebut proses pemerolehan bahasa. Artinya, penutur suatu bahasa menggunakan bahasa itu tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.

Pdf) Model Nativis Language Acquisition Device (sebuah Teori Pemerolehan Bahasa)

Selanjutnya menurut Stork dan Widdowson dalam (Mudini et al. 2016), pemerolehan bahasa dan pemerolehan bahasa adalah proses dimana anak mencapai kefasihan dalam bahasa ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya diperoleh melalui kontak lisan dengan penutur asli dari lingkungan bahasa yang sama. Oleh karena itu, istilah “pemerolehan bahasa” mengacu pada pemerolehan bahasa secara tidak sadar dan tidak dipengaruhi oleh pengajaran bahasa pada seperangkat aturan dalam bahasa yang dipelajari.

Pada dasarnya penguasaan bahasa anak melibatkan dua keterampilan, yaitu kemampuan berbicara secara spontan dan kemampuan memahami apa yang dikatakan orang lain. Jika berlaku, pemerolehan bahasa berarti proses memperoleh keterampilan berbahasa.

Teori behavioris menekankan aspek perilaku verbal yang dapat diamati secara langsung dan hubungan antara stimulus dan respons. Perilaku verbal yang efektif adalah respons yang tepat terhadap rangsangan. Jika tanggapannya masuk akal, tanggapan itu menjadi kebiasaan. Pada tahap ini anak mulai mempelajari bahasa pertamanya.

Misalnya, seorang anak mengatakan “mungkin” berkali-kali. Tentu saja sang anak akan dikritik oleh ibunya atau siapapun yang mendengar kata tersebut. Jika suatu saat anak dibiarkan mengucapkan dengan benar, ia tidak akan dikritik karena pengucapan yang benar. Situasi seperti itu dikenal untuk merespons rangsangan dengan benar dan sangat penting bagi anak-anak untuk memperoleh bahasa pertama mereka. Pemerolehan bahasa menurut teori behavioris.

Makalah Kelompok 3 Ppdidik

Ketiga. Pembelajaran perilaku adalah pembentukan asosiasi antara rangsangan dan tanggapan, yang diulang-ulang untuk membentuk kebiasaan. Pembentukan kebiasaan ini disebut conditioning.

Baca Juga  Berikut Yang Bukan Alat Reproduksi Laki-laki Adalah

B.F. Skinner adalah pemimpin gerakan behaviorisme. Ia menulis sebuah buku, Verbal Behavior (1957), sebagai referensi para pengikut aliran tersebut. Menurut aliran ini, belajar adalah hasil dari faktor eksternal yang dipaksakan pada organisme.

Menurut Skinner, tindakan verbal, seperti tindakan lainnya, diatur oleh konsekuensinya. Jika bisnis menyenangkan, perilaku akan terus berlanjut. Sebaliknya, jika tidak ada keuntungan maka perilaku ini akan ditinggalkan. Kesimpulannya, dengan penguatan yang tepat, perubahan perilaku dikenal dengan belajar.

Namun, ada banyak kritik terhadap proses ini. Chomsky mengatakan bahwa teori yang didasarkan pada pengkondisian dan penguatan tidak dapat menjelaskan kalimat baru yang diucapkan untuk pertama kali, seperti yang kita lakukan setiap hari. Bauer dan Hilgard juga menentang aliran pemikiran ini, mengatakan bahwa penelitian saat ini tidak mendukungnya.

Alsa Indonesia Law Journal

Arus behavioris mengatakan bahwa semua sains dapat direduksi menjadi hubungan stimulus-respons. Ini tidak benar karena tidak semua perilaku dihasilkan dari respons stimulus

Chomsky adalah pengikut nativisme. Menurutnya, hanya manusia yang bisa menguasai bahasa, dan hewan belum tentu bisa menguasai bahasa manusia. Argumen Chomsky bertumpu pada beberapa asumsi.

Pertama, perilaku bahasa bersifat turun-temurun (hereditary), setiap bahasa memiliki pola perkembangan yang sama (bersifat universal), dan lingkungan berperan kecil dalam pematangan bahasa.

Kedua, bahasa dapat dikuasai dalam waktu yang relatif singkat. Ketiga, lingkungan bahasa anak tidak menyediakan data yang cukup bagi orang dewasa untuk menguasai tata bahasa yang kompleks.

Kajian Kinerja Profitabilitas Bank Pada Perspektif Bank Umum Berdasarkan Kegiatan Usaha (buku): Studi Empiris Pada Momen Penurunan Profitabilitas Bank Bank Di Indonesia

Menurut proses ini, bahasa adalah hal yang kompleks dan rumit, dan tidak mungkin menguasainya dalam waktu singkat melalui “peniruan”. Tanah air juga percaya bahwa setiap orang dilahirkan dengan perangkat pemerolehan bahasa (disingkat LAD).

Bahasa mana yang akan dipelajari seorang anak tergantung pada bahasa yang digunakan di masyarakat sekitar. Misalnya, seorang anak yang dibesarkan di lingkungan Amerika pasti akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertamanya.

Semua anak normal dapat mempelajari bahasa apapun yang digunakan oleh masyarakat sekitar. Diaspora sejak lahir, anak tidak akan memperoleh bahasa. Dengan kata lain, LAD tidak menerima “makanan” seperti biasanya, sehingga anak tersebut tidak dapat memperoleh bahasa pertamanya seperti anak-anak yang dibesarkan oleh serigala (Baradja dalam Mudini et al. 2016).

Tanpa LAD, anak tidak dapat menguasai bahasa dalam waktu singkat, juga tidak dapat menguasai sistem bahasa yang kompleks. LAD juga memungkinkan anak-anak membedakan antara ucapan dan suara non-verbal.

Baca Juga  Hadits Tentang Berpikir Kritis

Teori Perkembangan Bahasa Anak

Gerakan kognitivis berasal dari pernyataan Jean Piaget (1926) bahwa “pemikiran logis adalah dasar dari perkembangan verbal dan non-verbal.” Pernyataan ini telah mendorong psikolog kognitif untuk menjelaskan pertumbuhan keterampilan bahasa, karena menurut mereka penjelasan Chomsky tidak memadai.

Teori kognitivis menjelaskan bahwa bahasa bukanlah fitur alami yang independen, tetapi salah satu dari beberapa kemampuan yang dihasilkan dari pematangan kognitif. Bahasa terbuat dari logika.

Perkembangan bahasa harus didasarkan pada perubahan kognitif yang mendasar dan lebih umum. Oleh karena itu, urutan perkembangan kognitif menentukan urutan perkembangan bahasa (Chaer 2015). Hal ini tentu saja berbeda dengan pandangan Chomsky bahwa mekanisme umum perkembangan kognitif tidak dapat menjelaskan struktur bahasa yang kompleks, abstrak, dan idiosinkretis. Sama untuk tempat. Bahasa harus dipelajari secara alami.

Menurut teori kognitif, yang terpenting adalah mencapai perkembangan kognitif sebelum pengetahuan dapat muncul dalam bentuk keterampilan berbahasa. Dari lahir sampai 18 bulan, bahasa dianggap tidak ada. Anak-anak hanya dapat memahami dunia melalui indera mereka.

Kajian Empiris Keterampilan Kewarganegaraan

Anak-anak hanya mengenal benda-benda yang mereka lihat secara langsung. Menjelang akhir tahun pertama, anak sudah dapat memahami bahwa benda memiliki sifat tetap, sedemikian rupa sehingga anak mulai menggunakan simbol untuk mewakili benda yang tidak ada di hadapannya. Simbol ini kemudian berkembang menjadi kata-kata pertama yang diucapkan anak.

Menurut konsep kognitif, penguasaan dan perkembangan bahasa anak bergantung pada kemampuan kognitifnya. Jika anak sendiri tidak secara aktif berintegrasi dengan lingkungannya, maka lingkungan tersebut belum tentu berpengaruh terhadap perkembangan intelektual dan bahasa anak. Dengan kata lain, anak-anaklah yang berperan aktif dalam integrasinya agar penguasaan bahasanya berkembang secara optimal (W. et al. 2017).

Interaksionisme meyakini bahwa pemerolehan bahasa merupakan hasil interaksi antara kemampuan belajar intelektual dan lingkungan berbahasa. Pemerolehan bahasa berkaitan dengan interaksi antara “masukan” dan kemampuan internal pembelajar.

Setiap anak memiliki LAD sejak lahir. Namun, tidak mungkin seorang anak memperoleh bahasa tertentu secara otomatis tanpa masukan yang sesuai. Singkatnya, teori ini menggabungkan teori nativisme dan kognitivisme.

Perspektif Empiris Islam Dan Ilmu Sosial Humaniora

Penguasaan bahasa pertama seorang anak sangat dipengaruhi oleh banyak faktor

Penelitian hukum empiris menurut soerjono soekanto, sejarah perkembangan teori atom menurut para ahli, teori perkembangan bahasa menurut para ahli, teori perkembangan menurut para ahli, teori perkembangan menurut hurlock, proses perkembangan janin 1 sampai 9 bulan menurut islam, teori perkembangan peserta didik menurut para ahli, teori perkembangan psikososial menurut erikson, teori perkembangan menurut sigmund freud, teori perkembangan menurut piaget, teori perkembangan menurut erikson, perkembangan teori