Ponorogo

Proses Adopsi Tunggu Waktu Enam Bulan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemprov Jatim akhirnya turun tangan menyelamatkan masa depan bayi buangan. Nur –nama sementara untuk bayi laki-laki yang ditemukan di Masjid An-Nurr, Desa Kutu Kulon, Jetis, Ponorogo– diboyong ke Sidoarjo Rabu (24/2). ‘’Perawatan di RSUD dr Harjono selama lima hari kami anggap cukup,’’ kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo Dwi Antini Sunarsih kemarin.

Dwi kemarin membawa rombongan besar ke Ponorogo. Nur diboyong ke Sidoarjo naik Toyota Innova kantoran berpelat merah dengan nomor polisi L. Bobot bayi saat ditemukan Jumat lalu (19/2) seberat 3,5 kilogram menandakan cukup bulan dalam kandungan. Kondisi Nur juga sehat-sehat saja. ‘’Menjadi kewajiban kami merawat anak negara,’’ ujar Dwi.

Pun, urusan adopsi kelak menjadi kewenangan UPT PPSAB Sidoarjo. Menunggu polisi menutup buku penyelidikan kasus pembuangan bayi bernasib malang itu lantaran gagal menemukan identitas orang tua kandungnya. Dwi berjanji intens berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Ponorogo. ‘’Kalau sudah tiba waktunya nanti, kami akan beri kesempatan adopsi bagi para pemohon,’’ jelasnya.

Dwi menyampaikan, calon adopter wajib memenuhi sederet syarat. Di antaranya, pasangan yang sudah menikah lima tahun, berusia 30-50 tahun, serta memiliki kemampuan secara sosial ekonomi. Selain itu, harus melampirkan surat keterangan sehat kejiwaan dari psikiater dan surat keterangan dari dokter kandungan. ‘’Pemohon diharap bersabar menunggu proses dan prosedur. Sementara kami rawat selama enam bulan sebelum diadopsikan,’’ terangnya sembari menyebut ada prioritas bagi pemohon yang berdomisili di Ponorogo. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button