Uncategorized

Properti Menggeliat, Lahan Sawah Makin Berkurang

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Menggeliatnya investasi properti di Kabupaten Madiun menyimpan sisi negatif. Di Kecamatan Jiwan, misalnya. Dari waktu ke waktu, lahan pertanian di wilayah ini makin berkurang. ‘’Yang terpenting dalam pembangunan, khususnya perumahan, harus benar-benar diatur ketat. Itu sudah diterapkan saat ini,’’ kata Camat Jiwan Widodo, Senin (19/4).

Widodo tidak menampik wilayahnya menuai efek dari Kota Madiun. Sebab, secara geografis berbatasan langsung. Menurut dia, lumrah jika wilayah pemangkuannya banyak berdiri permukiman. Dia menyebut ada tiga perumahan besar di Kecamatan Jiwan. Yakni di Desa Jiwan, Sukolilo, dan Sambirejo. ‘’Bagaimanapun, jarak dengan kota sangat berpengaruh,’’ ujarnya.

Apalagi, wilayah Kota Madiun hanya tiga kecamatan. Sehingga, ketersediaan lahan untuk perumahan sangat minim. Para investor pun melirik wilayah satelit kota. ‘’Dampak positifnya, wilayah jadi lebih maju dalam aspek pembangunan dan perekonomian. Itu tidak bisa dimungkiri,’’ ungkap Widodo.

Sebab, sebelum pembangunan perumahan direstui ada kesepakatan-kesepakatan peningkatan berbagai fasilitas umum untuk wilayah sekitar. Dampak negatifnya, lahan pertanian berkurang. Karena itu, Pemkab Madiun menyaring betul titik-titik untuk pengembangan properti.

Harapannya, antara perekonomian dan pembangunan dengan pertanian tidak berbenturan. Kedua sektor bisa berjalan seiring. ‘’Beberapa tahun lalu soal perizinan untuk itu (perumahan, Red) memang agak sulit. Itu tujuannya untuk mengamankan lahan pertanian. Jadi, kalau sawah yang subur memang tidak boleh untuk perumahan,’’ tegasnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button