Madiun

Progres Revitalisasi Pasar Mlilir Minus 5 Persen

Berbagi Tempat, Pekerjaan Terlambat

MADIUN, Radar Caruban – Progres revitalisasi tahap II Pasar Mlilir, Dolopo, Kabupaten Madiun, belum memuaskan. Persentase perbaikan pasar rakyat itu minus lima persen dari target 65 persen per pekan ini. Padahal, sisa tenggat pengerjaan tidak sampai dua bulan dari target selesai 25 Desember nanti.

Dinas perdagangan koperasi dan usaha mikro (disperdakop-UM) setempat berdalih deviasi negatif itu akibat pekerja harus berbagi tempat dengan pedagang. ‘’Bukan karena masalah pengerjaan, tapi faktor nonteknis,’’ kata Plt Kabid Pasar Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi Rabu (13/11).

CV Rajendra –rekanan pelaksana– setidaknya menggarap tiga jenis kegiatan. Yakni, membangun los, kios, dan rehabilitasi kios lama. Sejauh ini proyek senilai Rp 1,7 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 itu dikerjakan dengan baik. Namun, khusus untuk membangun los masih terkendala. Lokasinya dijadikan tempat berjualan puluhan pedagang sejak pagi. Penyedia jasa baru bisa bekerja ketika pedagang pulang di atas pukul 09.00. ‘’Berlangsung setiap hari karena Pasar Mlilir ini aktif harian,’’ ujarnya.

Sebelumnya, pedagang menggelar dagangan di lahan kosong yang kini didirikan los sepanjang sekitar 12 meter dan lebar 4 meter tersebut. Disperdakop-UM mengesampingkan relokasi lantaran tidak menemukan tempat strategis. Kalaupun ada, jauh dari pasar. Pedagang pasti keberatan. ‘’Karena lingkupnya kecil, dipersilakan. Asalkan ketika sudah selesai berjualan dibersihkan,’’ papar Agus.

Bagaimana dengan keamanan pedagang itu? Agus menegaskan, konstruksi bangunan los sementara ini tidak membahayakan. Pilar besi penyangganya sudah terbentuk dan pengeramikan lantai telah selesai. Pekerja tinggal melengkapi bagian atap dengan genting galvalum. Meski ada kendala nonteknis, dia yakin pekerjaan bisa selesai tepat waktu. ‘’Rekanan bisa mempertanggungjawabkan pekerjaan selesai sebelum masa kontrak berakhir,’’ tuturnya.

Agus menambahkan, pembangunan kios dan rehabilitasi kios lama di bagian belakang sudah on the track. Nantinya, kios anyar untuk ditempati pedagang di kios bagian depan atau berdekatan jalan raya. Kios itu bakal dibongkar untuk tempat parkir. Sedangkan kios lama sekadar meninggikan atap. Konstruksi dan strukturnya tetap dipertahankan karena bangunan itu termasuk cagar budaya yang didirikan 1918 silam. ‘’Kalau paving tempat parkir dikerjakan tahun depan,’’ pungkasnya. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button