Madiun

Program Talk Show Yosef Rusfendi Masuk Nominasi Ajang Internasional

Ajak Warga Manfaatkan Teknologi Informasi secara Sehat

Nama Kota Madiun siap bergema di ajang tingkat dunia. Program edukasi yang dikelola Yosef Rusfendi bersama relawan TIK Kota Madiun berhasil masuk nominasi WSIS Prizes 2020 dari lembaga PBB. Bagaimana kisahnya?

___________________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Kota, Jawa Pos Radar Madiun

DI ruang praktik komputer MIN 1 Demangan, Yosef Rusfendi siang itu tampak sibuk membuat video ajakan mengikuti voting ICT Literacy Talkshow Suara Madiun. Setelah take gambar dan suara, Rusfendi lantas mengeditnya dibantu relawan TIK Kota Madiun lainnya. ”Penutupan voting 24 Januari. Jadi, masih ada waktu beberapa hari,’’ kata pria 43 tahun itu.

Yang membuat Rusfendi kian bersemangat, program yang sudah berjalan dua tahun lalu itu lolos sebagai salah satu nominator kompetisi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2020 dari International Telecommunication Union (ITU) PBB.

Program edukasi soal kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi itu dinyatakan lolos oleh penyelenggara WSIS Prizez 2020 pada 20 Desember 2019 lalu. ”Awalnya kaget mengetahui program kami lolos,” ucap pria kelahiran Cilacap tersebut.

Jika pada 10 Februari mendatang program tersebut lolos lima besar dari 20 nominator, Rusfendi akan diundang ke Jenewa, Swiss, untuk mempresentasikan ICT Literacy Talkshow Suara Madiun. Kelak dari lima besar itu, perwakilan PBB akan memilih satu sebagai winner. ”Semoga bisa masuk lima besar,’’ harapnya.

Semula Rusfendi tidak berniat mendaftarkan program edukasinya tersebut. Namun, dia berubah pikiran setelah relawan-relawan lainnya memberikan masukan. Pun, dilakukan pria yang menetap di Madiun sejak 2004 itu pada injury time sebelum pendaftaran tutup. Karena itu, dia tidak menyangka programnya lolos dan mewakili Indonesia pada kategori media pada ajang kompetisi bergengsi tersebut.

Program yang dirintis bersama relawan TIK Kota Madiun itu semula bernama Talkshow Literasi TIK. Menggandeng Radio Suara Madiun, Rusfendi rutin siaran setiap Rabu malam dengan menghadirkan sejumlah narasumber. Temanya pun beragam, mulai permasalahan privasi hingga kejahatan digital. ”Awalnya saya bilang ke direkturnya untuk memberi tempat bagi relawan TIK. Eh, nggak tahunya malah disediakan acara talk show,” ujarnya.

Relawan TIK Kota Madiun merupakan bagian gerakan nasional independen yang bertujuan memberikan edukasi seputar penggunaan teknologi informasi secara sehat dan baik. Sejak itu, Rusfendi sering memberikan pelatihan dan advokasi ke sekolah, kelurahan, maupun komunitas. ”Teknologi itu ibarat pisau. Kalau tidak bisa memanfaatkannya dengan baik, ada dua kemungkinan, melukai diri sendiri atau orang lain,’’ tuturnya. *** (isd/c1) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close