Advertorial

Program Siaga Kita, Sinergi BP Jamsostek Bersama Pemkot Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) berkomitmen mendukung program Siaga Kita yang dimiliki Pemkot Madiun. Program berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) itu bertujuan untuk melindungi pekerja sektor informal.

Program tersebut diimplementasikan oleh pemkot dengan menyerahkan santunan kematian kepada keluarga ahli waris yang dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Madiun Maidi saat hari buruh internasional di Sun Hotel, Sabtu (1/5). Adapun nilai JKM yang diberikan mencapai Rp 42 juta.

Maidi mengatakan program Siaga Kita telah mengakomodir 4.020 tenaga kerja informal sejak diluncurkan pada 15 November 2020. ‘’Dalam masa pandemi seperti saat ini, program Siaga Kita cukup membantu dan bermanfaat bagi tenaga kerja maupun ahli warisnya,’’ kata mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Karena itu, dia mendorong masyarakat non-ASN, pekerja informal baik koperasi maupun UMKM untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Segera daftarkan. Karena nanti ketika terjadi risiko kecelakaan kerja atau kematian segala sesuatunya sudah tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan,’’ jelas Maidi.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Honggy Dwinanda Hariawan menyebut total klaim kematian yang telah pihaknya bayarkan kepada delapan ahli waris dari program Siaga Kita mencapai Rp 336 juta. ‘’Ada juga satu orang yang mengalami kecelakaan kerja dan seluruh biaya pengobatannya ditanggung BP Jamsostek,’’ ujarnya.

Honggy menambahkan para pekerja yang telah terdaftar selama tiga tahun dan suatu saat terjadi resiko kematian, maka ahli waris atau dalam hal ini anak peserta bisa mendapat beasiswa hingga ke jenjang perguruan tinggi. ‘’Total maksimal beasiswa untuk dua orang anak sebesar Rp 174 juta,’’ jelasnya. (set/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button