Ponorogo

Program Sekolah Inklusif Tertunda 5 Tahun

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tak ada pilihan bagi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. Selain menunjuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang harus menyediakan pendidikan inklusif. Sugiri kemarin (27/5) mengaku tidak kuasa berpaling dari amanat Perbup 52/2016 yang mengatur penyelenggaraan layanan pendidikan tanpa diskriminasi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) itu. ‘’Apalagi juga termaktub dalam program Nawa Dharma Nyata,’’ katanya, Jumat (28/5).

Nawa Dharma Nyata (NDN) adalah janji politik Sugiri yang diusung saat pilkada lalu. Ada program mencetak generasi penerus yang unggul, kreatif, kritis, mandiri, berkepribadian, beriman, berakhlak mulia, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‘’Pendidikan gerbang terdepan kemajuan. Bagaimana kami mencetak generasi yang unggul tanpa diskriminasi,’’ jelas Sugiri.

Dia tak menampik sekolah inklusif masih jauh panggang dari api. Tak urung, Sugiri tak ingin berhenti sebatas seremonial berupa deklarasi. Apalagi, kesempatan ABK mendapatkan layanan pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya itu tertunda lima tahun sejak perbup kali pertama terbit. ‘’Deklarasi beberapa hari lalu akan menjadi penanda pendidikan inklusif segera dijalankan dengan tanggung jawab pemerintah,’’ terangnya. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button