AdvertorialMadiun

Program Literasi TIK Kota Madiun Raih Predikat Terbaik dari PBB

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Kota Madiun berhasil meraih penghargaan pada kategori media The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2020. Penghargaan akan diserahkan kepada Wali Kota Madiun saat forum pemberdayaan teknologi informasi yang diselenggarakan oleh PBB tersebut berlangsung pada 6–9 April 2020 di Jenewa, Swiss.

Program literasi TIK berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang bertaraf internasional itu setelah bersaing dengan 20 program lainnya di bidang TIK dari seluruh dunia dan diseleksi secara ketat oleh International Telecommunication Union (ITU).

Wali Kota Maidi mengatakan, sebagai pemerintah daerah (pemda) yang berkomitmen membangun Kota Madiun melalui teknologi, tentu penghargaan itu merupakan bukti nyata bahwa apa yang telah dilakukan pemkot sejalan dengan perkembangan informasi dan fokus komunitas TIK dunia. ‘’Dari seluruh dunia dipilih lima negara terbaik. Untuk Indonesia diwakili oleh Kota Madiun dan (gerakan nasional siber aksi) kementerian kominfo,’’ katanya, Kamis (5/3).

Penghargaan tersebut diberikan kepada karya maupun program TIK yang dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap masyarakat serta lingkungan melalui kegiatan yang dijalankan. ‘’Pengakuan ini tentu memotivasi pemkot untuk bekerja lebih baik serta terus berinovasi di bidang teknologi guna mendukung program percepatan informasi (smart city),’’ terang Maidi.

Program literasi TIK merupakan suatu talk show dalam bentuk kontribusi dan kolaborasi relawan TIK dengan LPPL Radio Suara Madiun, Forum KIM, komunitas Linux dan openmadiun. Program itu menitik beratkan pada cara meningkatkan gemar membaca (literasi) digital di kalangan orang tua. Yang mana mereka sering mendengarkan informasi dari radio, tetapi jarang sekali terjangkau literasi digital.

Dalam program tersebut, pihak LPPL Radio Suara Madiun maupun relawan TIK menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidang teknologi dan informasi. Selain itu, untuk menunjang program literasi digital tersebut juga disediakan aplikasi iMadiun oleh dinas perpustakaan dan arsip.

Menurut Maidi, program yang menyasar masyarakat untuk gemar membaca tersebut berjalan sampai dengan 2021 mendatang. Tujuan utamanya untuk memudahkan sekaligus mempercepat akses informasi bagi masyarakat. ‘’Goal-nya nanti pada 2021. Yang mana, sebanyak 52 negara nanti coba akan kami undang datang ke Kota Madiun untuk melihat penerapan program smart city. Saat itu juga semua kampung (lingkungan) sudah bersih,’’ jelasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button