Pacitan

Produksi Udang Melimpah, Harga Ekspor Anjlok

PACITANJawa Pos Radar Pacitan – Hasil panen udang yang melimpah ternyata tidak dibarengi dengan harga komoditas budi daya tambak tersebut. Di pasar ekspor, harga udang jenis vaname asal Pacitan anjlok. Dari sebelumnya Rp 90 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 78 ribu.

Setrip Supadi, petambak udang asal Desa Wora Wari, Kecamatan Kebonagung, mengatakan, turunnya harga udang vaname di pasaran lantaran dampak pandemi Covid-19. Permintaan ekspor dari sejumlah negara berkurang. ‘’Hasil produksi udang bagus sebenarnya, tapi harganya justru turun,’’ ujarnya Senin (1/6).

Dia mengaku mempunyai 14 tambak udang. Dalam sekali panen bisa menghasilkan sekitar 25 ton udang. ‘’Memang masih ada keuntungan yang saya terima, tapi secara progres harga anjlok,’’ kata Setrip.

Sebab, menurut dia, harga benih udang yang diperolehnya dari Rembang, Solo, maupun Pangandaran mengalami kenaikan. Kondisi tersebut tentu berpengaruh pada proses produksi. Sekalipun harga pakan udang dianggap relatif stabil. ‘’Masalah pakan mungkin dalam sehari bisa menghabiskan 60 kilogram untuk satu petak (tambak). Sehingga, kalau tidak didukung harga yang bagus, plus panen yang maksimal, justru makin merugi,’’ terangnya.

Selama ini Pacitan memang dikenal sebagai salah satu daerah produsen udang terbesar. Hasil budi daya tambak yang ada terus bertambah setiap tahun dengan nilai produksi mencapai miliaran rupiah. Tahun lalu, produksi udang mencapai 350 ton. Sedangkan, pada 2018 sekitar 329,4 ton dengan total lahan seluas 26,3 hektare. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button