Madiun

Produksi Batik Songsong Terkendala Promosi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Produksi batik Songsong dibayangi keraguan. Sampai kini, perajinnya merasa gamang lantaran belum mendapatkan pangsa pasar yang jelas. Lima perajin batik tulis unggulan Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, itu sangat membutuhkan dukungan dari pemdes setempat.

Siti Mukaromah mengaku selama ini telah difasilitasi pemberdayaan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mesem Guyu. Fasilitasi itu terancam sia-sia jika pemasarannya kurang maksimal. ‘’Kami sempat pesimistis. Kalau terus produksi tapi tidak ada yang membeli bagaimana?’’ kata salah seorang perajin batik ini.

Saat ini, Siti dan perajin batik lain menaruh harapan besar terhadap rencana pembangunan rumah batik Songsong di Sewulan. Jika mimpi itu terwujud, tentu akan memberikan pengaruh positif terhadap eksistensi batik tulis unggulan desa ini. ‘’Itu semua masih sebatas rencana. Pandemi ini membuat banyak rencana tertunda,’’ ungkapnya.

Perempuan 52 tahun itu berharap batik tulis produksinya lekas dikenal masyarakat luas. Agar semangat berproduksi senantiasa terjaga. Bahkan, untuk produksi skala besar pemdes sempat mewacanakan pengadaan mesin printing. ‘’Batik tulis itu rumit dan harganya mahal. Tidak memungkinkan untuk pemesanan skala besar,’’ jelasnya.

Kades Sewulan Sukarno menegaskan, sejak awal pemdes menaruh harapan besar terhadap pengembangan batik Songsong. Karena itu, pemberdayaannya dilewatkan BUMDes Mesem Guyu. ‘’Batik bermotif payung unggulan desa kami sudah dikenalkan saat BST (bakti sosial terpadu, Red) dua tahun lalu. Ini bagian dari pelestarian batik Sewulan,’’ tuturnya. (mg4/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button