features

Produk Susu Jeli Deska Rara Hasilkan Omzet Ratusan Ribu

Bermula dari keinginan agar buah hatinya tidak bosan mengonsumsi susu, Deska Rara membuat formula baru jenis minuman itu. Yakni, dari campuran susu sapi agar-agar dan perisa. Kini, warga Desa Mojopurno, Wungu, Kabupaten Madiun, itu mampu mendapatkan omzet ratusan ribu per hari.

ELIT AS-FRISKA OF, Jawa Pos Radar Madiun

LAZIMNYA seorang ibu rumah tangga, pagi itu Deska Rara tampak sibuk di dapur. Setelah selesai menyiapkan menu sarapan, perempuan tersebut melanjutkan aktivitas lain. Masih di dapur tempatnya. Diraihnya sebuah panci khusus. Lalu, dituangkan cairan susu sapi.

Tidak lama berselang dia menyalakan kompor dan menaruh panci itu di atasnya. Sekitar 10 menit kemudian, matanya tertuju pada termometer yang sedari tadi dipegangnya. Memastikan suhunya tidak melebihi 80 derajat Celsius. Setelah dirasa cukup, panci diangkat. Kemudian, didiamkan sejenak dan dicampur susu jenis ultra-high temperature (UHT).

Rara lantas memotong agar-agar yang telah disiapkan dengan alat khusus buatannya sendiri. Lalu, dimasukkan botol transparan. Kemudian, ditambahkan susu dan perisa sesuai keinginan. Agar terlihat cantik, dia menempelkan stiker ke kemasan tersebut.

Warga Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, itu menekuni usaha milky jelly sejak tahun lalu. Berawal dari keinginannya membuatkan varian susu untuk buah hatinya agar tidak bosan. ‘’Setelah enam kali eksperimen, baru menemukan komposisi yang pas,’’ ujarnya.

Kini, produk milky jelly buatan perempuan 29 tahun itu telah merambah pasar berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Madiun. Pun, Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya sempat bantu mempromosikan lewat media sosial. ‘’Sehari bisa menjual sampai 100 botol,’’ sebutnya.

Selama ini Rara menggunakan bahan susu murni hasil kerja sama dengan peternak di Desa/Kecamatan Wungu. Sedangkan varian rasanya sejauh ini baru tiga, yaitu stroberi, melon, dan cokelat. ‘’Bisa tahan sampai seminggu jika disimpan di kulkas. Kalau disimpan di tempat terbuka hanya tahan maksimal 12 jam,’’ ungkapnya.

Saat awal-awal menekuni usahanya, Rara sempat mendapati logo produk susunya digunakan pihak lain tanpa izin. Dari kejadian itu dia berinisiatif mendaftarkan produknya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dinas kesehatan. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button