features

Produk Kerajinan Rajut Yuni Sulistyowati Laris Manis

Hobi merajut yang digeluti Yuni Sulistyowati 11 tahun silam kini semakin menghasilkan pundi-pundi rupiah. Maklum, pesanan dari berbagai daerah bahkan luar negeri mengalir deras. Bagaimana kisahnya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

AKTIVITAS Yuni Sulistyowati rajut-merajut berawal dari coba-coba. Kali pertama dia iseng membuat wadah handphone sederhana. Tak disangka, karya perdananya itu terbilang halus dan rapi. Sejak itu Yuni mengasah kemampuannya dengan mengamati tutorial di YouTube.

Merasa belum cukup, istri Bambang Triono itu kemudian bergabung grup perajut dengan cakupan nasional hingga semakin terampil. Pun, dari awalnya sekadar membuat tas akhirnya merambah item yang lebih rumit seperti bed cover, selimut, sajadah, dan table runner.

Hasil karya warga Jalan Podang, Nambangan Kidul, Manguharjo, itu ternyata diminati konsumen. Bahkan, belakangan pesanan dari berbagai daerah di tanah air hingga Amerika dan Singapura berdatangan.

Untuk proyek terbilang besar, Yuni bersama rekan-rekannya tak jarang membeli pola rajut dari luar negeri. Misalnya, persian tiles milik desainer Amerika Janie Crow dan tapestri rancangan Dariashi. Mereka juga pernah menjajal teknik mozaik yang dikembangkan desainer asal Rusia Natalia Kononova.

Selama ini Yuni menggunakan jenis benang beragam. Mulai benang Turki, benang jala, benang katun Bali, kasmilon, hingga milk cotton Tiongkok. ”Setiap proyek benangnya beda. Misalnya bed cover ukuran besar, biasanya pakai milk cotton,” papar perempuan 45 tahun itu.

Yuni enggan mematok waktu untuk menyelesaikan produknya. Terkadang ketika sedang dalam kondisi bad mood, dia memilih menghentikan sementara pekerjaannya. ”Sekitar empat mingguan untuk bed cover ukuran 180×20,’’ ujarnya. ‘’Seukuran itu menghabiskan milk cotton 45-50 gulung,” imbuhnya.

Selama ini pesanan yang diterima Yuni tidak menentu. Jika sedang ramai, satu orang bisa memesan hingga empat produk. Sementara, harga hasil rajutannya dibanderol mulai Rp 200 ribu hingga Rp 4 juta. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button