Madiun

Problem Irigasi Pertanian Kian Parah saat Kemarau

Dua Sumur Dalam Tak Berfungsi Maksimal

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Problem irigasi pertanian saat kemarau di Kabupaten Madiun diperparah dengan kemampuan sarana dan prasarana (sarpras) yang ada. Dua buah sumur dalam dengan jangkauan cover lahan mencapai puluhan hektare tidak berfungsi maksimal. ‘’Debit air yang keluar semakin sedikit,’’ kata Plt Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Maskur Minggu (10/11).

Maskur menyebut, sumur bermasalah itu ada di Desa Pacinan, Balerejo, dan Sukosari, Dagangan. Pihaknya mendapat laporan air yang keluar untuk pertanian tidak sederas biasanya. Hasil pengecekan, air yang bisa terangkat sumur bor sedalam 40 meter itu mentok di bagian jambang. Kedalaman pipa sebagai penampung air sebelum disalurkan keluar itu sepertiga dari total kemampuan. ‘’Mentok di jambang kedalaman 20 meter,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, penurunan debit air cukup signifikan. Bila normalnya 25–30 liter per detik, kini tinggal 10 liter per detik. Kapasitas tersebut tidak cukup meng-cover lahan irigasi di sekelilingnya. Sumur dalam di Pacinan dan Sukosari bisa menyalurkan air untuk radius lahan pertanian 40 hektare. Dengan catatan, lahannya tidak hanya ditanami padi, tapi juga palawija. ‘’Tapi, kalau semuanya padi hanya 30-an hektare,’’ ungkapnya.

Dia menengarai penyebab gangguan bukan karena sarpras sumur dalam yang tidak layak. Melainkan kandungan air tanah sudah mulai habis. Imbas pemakaian tiada henti para petani setempat, kendati musim kemarau berlangsung. Mereka mengairi padi selama tiga kali masa tanam dalam setahun. Tanaman itu notabene butuh air banyak. ‘’Pengaruh pola tanam masyarakat yang sedikit beralih palawija ketika kemarau,’’ sebut Maskur.

Dia menambahkan, sumur dalam tidak bisa diperbaiki dengan mengebor lebih dalam.  Solusinya membuat sumur baru di sekitarnya. Jangkauannya lebih dalam mencapai hingga 60 meter. Kegiatannya coba diakomodasi tahun depan. ‘’Kami juga mendapat laporan permasalahan yang sama di daerah Pilangkenceng. Tapi, untuk daerah-daerah lain masih aman,’’ jelasnya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button