Madiun

Pro Kontra Jalan Satu Arah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keputusan memberlakukan one way atau satu jalur di Jalan Kenari dan Jalan PB Sudirman (depan BCA) menuai pro dan kontra. Bukan hanya membuat bingung pengendara, tapi pedagang kecil menengah juga mulai resah.

Denis Sofiansyah, 31, misalnya. Sejak 2008 lalu warga Kelurahan Kejuron, Taman, Kota Madiun, itu berjualan martabak di sisi pojokan perempatan Jalan Bali-Jalan Kenari.  Meski belum diujicobakan dan diterapkan, perubahan itu membuatnya merasa khawatir omzetnya bakal menurun. Sebab, pembeli yang biasa dari arah barat tidak dapat lagi langsung menuju ke tokonya. Melainkan harus memutar melalui Jalan dr Sutomo lalu ke Jalan Seram dan masuk ke Jalan Bali. Sebelum akhirnya ke kanan menuju tokonya. ’’Pembeli dari arah barat putar-putar kalau mau ke toko saya,’’ kata Denis.

Selain itu, pengeluarannya semakin bertambah. Sebab, dia harus menempuh perjalanan menyesuaikan perubahan arus saat berangkat menuju toko dan kembali ke rumah. Apalagi selama ini dia harus mengangkut beberapa kali bahan dan barang dagangan dari rumahnya menuju tempat jualan. ’’Otomatis harus putar dengan jarak yang lebih jauh. Saya biasanya harus berkali-kali angkut dagangan,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, dia hanya bisa pasrah jika memang sudah menjadi ketentuan pemerintah. Namun, besar harapan Denis arus tidak diubah searah dari pertigaan Jalan Pangsud-dr Sutomo hingga perempatan Jalan Bali-Kenari. Pun di jalur tersebut diharapkan tidak terjadi kemacetan. ‘’Pada intinya nurut saja. Cuma kalau bisa nggak usah diubah searah, tapi juga jangan macet,’’ ucapnya.

Harapan sama dilontarkan Ardika Dian, warga Kelurahan Kejuron, Taman, Kota Madiun. Pria kelahiran 1989 yang jualan tahu telur sekaligus driver ojek online (ojol) itu berharap perubahan arus tidak mengganggu omzet penjualannya. Pun tidak menurunkan omzet pemesan ojol. ’’Sebagai pembeli berharap tidak mengurangi jumlah pembeli. Sebagai driver tentunya tidak menurunkan kepuasan pelayanan penumpang,’’ kata Ardika.

Selain itu, Ardika berharap ada evaluasi saat perubahan arus diujicobakan. Jika dalam tahap uji coba ternyata kekhawatirannya terjadi, dia berharap pihak terkait menjadikannya sebagai masukan untuk memperbarui perubahan. ‘’Dilihat nanti dulu. Silakan dicoba, kalau ada permasalahan yang muncul tentunya harus dievaluasi,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi memastikan evaluasi bakal dilakukan. Dia mengungkapkan bahwa proses uji coba selama seminggu diterapkan per 6 September untuk melihat hasilnya. Termasuk jika ada masalah bakal dievaluasi. ’’Kami lihat bagaimana evaluasi nantinya,’’ kata Ansar.

Kendati demikian, pihaknya memastikan perubahan itu tidak mungkin dikembalikan seperti asalnya. Jikapun ada evaluasi, sedikit perubahan bakal diterapkan. ’’Jika dikembalikan seperti ini lagi tidak mungkin. Kemungkinan berubah lagi sedikit-sedikit, iya,’’ ucapnya. (kid/c1/ota) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close