NgawiPeristiwa

Pria yang Diduga Terkait dengan Peristiwa Pangkur Gantung Diri di Bukit Selfie

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Polisi bergerak cepat untuk mengungkap kasus tewasnya Yatmini, 34, warga Dusun Serenan, Desa/Kecamatan Pangkur. Hanya berselang empat jam, petugas berhasil menemukan Kadianto di kawasan wisata bukit selfie Waduk Pondok. Namun, pria itu sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Jasad Kadianto ditemukan dalam posisi telentang dengan bagian wajah mengeluarkan darah diduga akibat bekas benturan. Sementara, lehernya terjerat tali. ‘’Di dekat mayatnya ditemukan tali dari kain yang terputus sehingga muncul dugaan gantung diri,’’ kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M. Khoirul Hidayat Minggu (7/6).

Tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan pula helm warna merah. Juga sepeda motor Honda Vario nopol AE 2824 MZ. Meski begitu, Khoirul belum bisa memastikan apakah temuan mayat warga Dusun Gadung, Desa Ngompro, Pangkur, itu ada kaitannya dengan tewasnya Yatmini. ‘’Masih dalam proses penyidikan dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi,’’ ujarnya.

Kepala Dusun Gadung Bari mengatakan, sudah sekitar tiga bulan terakhir Kadianto menjalin hubungan dengan Yatmini. ‘’Saya juga pernah menerima laporan dari kasun Serenan (asal Yatmini, Red) bahwa Kadianto sempat dibawa ke kantor polisi karena berkunjung sampai larut malam,’’ bebernya.

Bari menyebut, Kadianto sebelumnya bekerja di Jakarta. Baru sekitar satu tahun terakhir berada di Ngawi. Informasi warga sekitar, pria itu berinvestasi saham atau trading. ‘’Ekonominya terhitung mapan. Punya dua mobil, tiga motor, dan tiga sapi. Saat ditanya warga katanya hasil trading,’’ ungkapnya.

Namun, sejak dekat dengan Yatmini, satu per satu aset miliknya dijual. ‘’Selama ini meskipun jarang bergaul, orangnya baik dan tidak pernah punya masalah dengan warga sekitar,’’ ujar Bari.

Diberitakan sebelumnya, mayat Yatmini ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kandang sapi milik Kardianto, Sabtu (6/6). Saat ditemukan, kondisi tubuhnya bersimbah darah serta ditutupi jerami dan ban mobil bekas. Perempuan itu diduga kuat korban pembunuhan. (mg1/c1/isd)

Beberapa Hari Terakhir Kerap Cekcok

LAMIN tidak menyangka Kamis malam lalu (4/6) menjadi saat terakhir dia melihat Yatmini, 30, adik kandungnya yang ditemukan tewas mengenaskan di kandang sapi Kadianto, warga Dusun Gadung, Desa Ngompro, Pangkur. ‘’Malam itu minta tolong istri saya diantar menemui Kadianto,’’ kata Lamin kemarin (7/6).

Dia mengungkapkan, Yatmini minta diantar ke rumah Kadianto untuk mengambil sepeda motor yang sudah tiga hari dibawa pria tersebut. ‘’Sampai di sana Yatmini minta ditinggal saja dan mengaku akan segera pulang,’’ ujarnya.

Namun, hingga Sabtu (6/6) Yatmini tidak kunjung kembali. Pun, tidak memberi kabar melalui handphone (HP). Belakangan diketahui HP perempuan tersebut tertinggal di kamar. Namun, keluarganya tidak menaruh curiga karena selama ini Yatmini kerap pergi selama beberapa hari.

‘’Tiba-tiba ada informasi penemuan mayat perempuan diduga koban pembunuhan,’’ tuturnya. ‘’Awalnya saya tidak mengira itu adik saya. Tahunya setelah dihubungi pihak kepolisian dan mengecek ke lokasi,’’ imbuh Lamin.

Dia menyebut, sudah tiga bulan Yatmini menjalin hubungan dengan Kadianto. Pun, selama ini Kadianto diketahui tidak pernah berperilaku aneh. ‘’Cuma, beberapa hari terakhir hubungannya kurang baik, keduanya sering terlibat cekcok,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala Dusun Serenan Sawiji mengungkapkan bahwa selama ini Yatmini membuka warung kopi di rumah. Perempuan itu diketahui sudah dua kali menikah dan dikaruniai satu anak dari pernikahan pertama.

Kadianto sempat berurusan dengan pihak desa dan kepolisian lantaran kerap menginap di rumah Yatmini. Pun, sempat mengatakan kepadanya bakal menikahi perempuan itu. Namun, masih menunggu surat cerai.

Sementara itu, Kapolsek Pangkur AKP Samuji belum berani memastikan apakah tewasnya Yatmini dan Kadianto memiliki keterkaitan. ‘’Masih dalam proses penyidikan. Ditunggu saja, nanti kalau sudah ada titik terang akan kami sampaikan,’’ tuturnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close