Ngawi

Pria Misterius Terekam CCTV Mondar-Mandir di TKP Pembunuhan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Seorang pria wira-wiri di sekitar Jembatan Klitik, Ngawi, malam hari, tepat sebelum warga setempat geger penemuan jasad Mr X, Sabtu siang (5/6). Gerak-gerik pria misterius di wilayah RT 05, RW 02, Dusun Dadapan, Geneng, itu terekam CCTV.

Kamera pengawas itu terpasang di sebuah kafe sebelah timur laut lokasi penemuan jasad yang telanjang tanpa busana tersebut. Hasil otopsi menemukan 18 luka tusukan pada tubuh korban. ‘’Dari tangkapan CCTV, ada orang mondar-mandir dari Jalan Putat (jalan perkampungan tak jauh dari jembatan, Red) ke jembatan (Klitik),’’ kata Andry Susetyanto, ketua RT 05, RW 02, Senin (7/6).

Berdasar informasi warga lain, pria itu ciri-cirinya mirip seseorang yang tinggal mengontrak di wilayahnya. Pria itu disebut ditangkap polisi beberapa jam setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) Mr X. ‘’Ada satu orang lain yang ditangkap. Polisi juga membawa barang bukti berupa pisau,’’ ujarnya.

Dimintai konfirmasi lewat pesan WhatsApp ihwal penangkapan, Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta tidak memberikan jawaban pasti. Dia menyebut bahwa kasusnya bakal disampaikan ke publik hari ini. ‘’Besok (hari ini, Red) dirilis, mohon ditunggu,’’ ucapnya singkat.

Jasad Mr X ditemukan di tepi Sungai Ketonggo oleh warga yang hendak memancing sekitar pukul 11.00. Pemancing itu kaget melihat sesosok pria dalam kondisi telungkup. Tubuhnya dipenuhi darah. Temuan itu lantas disampaikan ke kepala dusun (Kasun) setempat. ‘’Ada beberapa luka di tubuh korban. Paling banyak bagian belakang, tepatnya di bawah punggung,’’ kata Iswahyono, Kasun Dadapan.

Informasi yang dihimpun, warga tidak ada yang mengenali sosok korban. Namun, dia diketahui sering tidur di emperan toko tak jauh dari TKP. Juga tidur di bawah kolong Jembatan Kembar, nama lain Jembatan Klitik. Korban juga kerap meminta makan, minum, dan rokok ke warga. ‘’Tapi, tidak pernah mengganggu. Korban sering terlihat di wilayah sini selama lebih dari dua tahun. Tapi, saya tidak tahu nama dan asalnya dari mana,’’ kata Syamsul Ma’arif, ketua RT 03, RW 02, dusun setempat.

Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya mengungkapkan, dua dari 18 tusukan ke tubuh korban berakibat cukup fatal. Yakni, tusukan di punggung yang menembus hati. Lalu, area perut samping yang merobek ginjal. ‘’Penyebab kematian karena kehabisan darah setelah menerima 18 tusukan,’’ terangnya.

Dari hasil olah TKP Sabtu, petugas menemukan sarung dan sandal yang diduga milik korban. Lokasinya tidak jauh dari titik penemuan jasad. Selain itu, banyak ceceran darah di akhir anak tangga sisi timur jembatan. Polisi menduga awal kali penusukan berada di tempat tersebut. ‘’Kasus ini masih terus kami dalami. Sejauh ini ada delapan saksi yang sudah diperiksa,’’ tandasnya. (mg5/sae/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button