features

PRESIDEN PONOROGO MILIK ICWP

GRUP FACEBOOK 500.000 ANGGOTA, 100 POSTING-AN, BERJIBUN KOMEN

Tidak hanya punya sepasang kepala daerah. Ponorogo juga memiliki presiden. Namanya Anas Karunia Ilahi, presiden Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP). Grup publik lewat aplikasi Facebook itu berisi posting-an informasi apa saja di jalan. Belakangan melebar ke informasi lainnya hingga anggotanya berkiprah di kegiatan sosial.

Ronaa Nisa, Jawa Pos Radar Ponorogo

BASE camp Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP) di Jalan Jenar, Kelurahan Purbosuman, penuh dengan tumpukan kardus dan kantong plastik. Delapan admin grup publik di Facebook itu sedang sibuk mengemas berbagai barang kebutuhan. Mereka hendak menyalurkan bantuan ke salah satu pondok pesantren yang kamar santrinya terbakar akhir Februari lalu. ‘’Base camp kami tidak pernah sepi orang, siapa pun boleh datang,’’ kata Anas Karunia Ilahi, presiden ICWP.

Anas pantas berjuluk presiden lantaran anggota grup publik bentukan 18 Januari 2014 itu kini sudah berjumlah 500.000 orang lebih. Awal-awal ICWP terbentuk sebatas menginformasikan adanya operasi lalu lintas. Pengguna jalan pun dapat main kucing-kucingan dengan polisi agar terhindar dari tilang. ‘’Menjawab keresahan masyarakat ketika sering ada cegatan di Ponorogo. Ada petani tua yang batal pergi ke sawah gara-gara takut kena tilang,’’ kenangnya.

Dalam perjalanannya, informasi apa pun di jalan tayang di ICWP. Mulai kecelakaan hingga bencana alam. Informasi tentang orang hilang juga terpampang di beranda. Sehari rata-rata ada 100 lebih posting-an. Pertanyaan seputar tata cara mengurus surat izin mengemudi (SIM) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) kerap pula mengemuka. ‘’Tanya juga masalah biaya rawat inap di rumah sakit. Bingung apa saja, malah larinya ke base camp ICWP,’’ ungkapnya.

Anas meyakinkan bahwa grup Facebook-nya untuk wadah informasi. Siapa pun bebas posting asalkan sudah disetujui para admin. Ada tujuh admin yang memediatori lalu lintas informasi di ICWP. ‘’Kami tidak menerima posting-an jual beli dan informasi yang tidak mendidik. Foto kecelakaan yang masih berdarah-darah, misalnya,’’ terang Anas.

Belakangan dia tersadar jika anggota grup Facebook-nya lebih condong berkecimpung dalam kegiatan sosial. Anas bersama tujuh founder lainnya berinisiatif mengaktanotariskan ICWP pada 2016 lalu. Rekening bank atas nama organisasi sengaja dibuat. ‘’Alhamdulillah sampai sekarang ramai orang menyumbang,’’ ucapnya.

Bahkan, ICWP sudah memiliki mobil operasional yang disebut unit urgen. Berfungsi sebagai ambulans sekaligus armada perbekalan maupun evakuasi jika terjadi kedaruratan. Tidak ada kerja sama dengan instansi lainnya. Petinggi ICWP malah pernah perang dingin dengan polisi di awal-awal berdiri lantaran getol menginformasikan operasi lalu lintas. ‘’Hubungan kami sekarang sudah membaik,’’ tutur Anas.

Mengapa memilih aplikasi Facebook? Anas berdalih nyaris semua orang memanfaatkan layanan jejaring sosial itu. Penggunanya juga lebih cepat berbaur. Kuota internet tidak terkikis banyak seperti aplikasi lainnya. Anas menyebut bahwa anggota grup ICWP di kelompok usia 18-40 tahun. ‘’Tapi infonya ya untuk segala umur, mayoritas usia produktif,’’ tandasnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close