AdvertorialMadiun

Presiden Beri Selamat Kota Madiun Risiko Rendah Penularan Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Risiko rendah penularan Covid-19 yang terjadi di Kota Madiun mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikannya saat penyelenggaraan rapat koordinasi (rakor) evaluasi penanganan Covid-19 secara virtual bersama dengan pemprov serta kepala daerah se-Jatim, Kamis (25/6). ‘’Kepala wali kota Madiun saya menyampaikan ucapan selamat. Karena Madiun pada posisi risiko (penularan Covid-19) yang sangat rendah,’’ kata Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, presiden juga meminta seluruh kepala daerah bisa memperkuat penanganan Covid-19 dengan menerapkan manajemen berbasis lokal seperti yang telah disampaikan oleh wali kota Maidi. ‘’Yang berkaitan dengan manajemen di kampung, RT/RW, desa/kelurahan, dan pondok pesantren kalau intervensinya berbasis lokal akan lebih mudah dikendalikan,’’ ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan ada sejumlah hal yang menjadi penekanan presiden Jokowi dalam rangka pemulihan ekonomi bangsa di tengah pandemi. Di antaranya, meminta seluruh kepala daerah berusaha untuk kembali menjalankan perekonomian masyarakat, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. ‘’Saat ini karakter budaya masyarakat harus berubah. Kalau dulu tidak menerapkan protokol kesehatan, sekarang itu harus mulai diberlakukan,’’ terangnya.

Karena itu, dirinya beserta forkopimda selalu tegas mengingatkan masyarakat Kota Madiun selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Sebab, menurut Maidi, aksi tersebut setidaknya bisa mencegah penyebaran penularan virus korona. ‘’Sejauh ini 90 persen masyarakat Kota Madiun taat memakai masker,’’ ungkapnya.

Sekali lagi, Maidi meminta masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan sampai Kota Madiun yang sudah zona hijau, bisa kembali berubah status seiring bertambahnya kasus Covid-19. ‘’Tapi, masyarakat jangan terlena sekalipun kita sudah menerapkan new normal dan berstatus zona hijau. Justru ini harus diperketat,’’ jelasnya.

Soal instruksi presiden agar menunda sektor yang dianggap rawan penyebaran Covid-19 seperti halnya sekolah, Maidi mengungkapkan hal itu sudah pihaknya antisipasi sejak jauh hari. Dimulai dengan mengharuskan seluruh guru dan kepala sekolah menjalani pemeriksaan rapid test serta menyiapkan sarana dan prasarana di semua sekolah. ‘’Semua coba kami siapkan dengan forkopimda. Sehingga, tidak terkesan grusa-grusu. Jadi, masyarakat harus bersabar dan harus mengerti pola yang kami terapkan,’’ katanya. (adv/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button