Madiun

Prapatan Tugu Ditata, Begini Rekayasa Lalin yang Disiapkan Pemkot Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana penataan Perempatan Tugu bakal berdampak pada perubahan arus lalu lintas (lalin) di kawasan tersebut meski sementara. Mulai 21 Juni hingga 1 Oktober mendatang kendaraan dari arah utara, Pahlawan Street Center (PSC), maupun barat, Jalan Panglima Sudirman (alun-alun Madiun) akan dialihkan.

Selama proyek berlangsung, kendaraan dari arah PSC dilarang bablas ke selatan, Jalan Cokroaminoto. Arus lalu lintas dibelokkan ke timur lewat Jalan Panglima Sudirman atau depan Pasar Besar Madiun (PBM). Jika hendak ke Jalan Cokroaminoto bisa melewati Jalan Jambu, Jalan Wuni, lalu ke Jalan Mangga atau Jalan Delima belakang PBM. Juga bisa lewat Jalan Sawo Barat.

Kepadatan lalu lintas diprediksi bakal terjadi di Jalan Mangga atau di belakang PBM saat rekayasa lalin diberlakukan. Untuk mengurai persoalan tersebut, kendaraan yang akan menuju Jalan Cokroaminoto dari Jalan Pahlawan bisa lewat Jalan Ahmad Yani. ‘’Memang harus memutar jauh. Tapi ini sifatnya sementara, karena ada penataan Perempatan Tugu nol kilometer,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Kamis (17/6).

Sedangkan, kendaraan dari arah barat, alun-alun Madiun, tidak bisa langsung lurus ke PBM. Arus lalin dibelokkan ke Jalan Cokroaminoto kemudian bisa melewati jalan alternatif. Seperti Jalan Sawo Barat. Atau sebelum perempatan Jembatan Manguharjo dari arah Jalan Urip Sumoharjo lewat Jalan Ahmad Yani. ‘’Rekayasa lalin ini sifatnya situasional,’’ ujarnya.

Maidi menyebut, rekayasa lalin ini telah dibahas secara matang. Namun, akan dikaji berkala sesuai situasi dan kondisi di lapangan. Sebab, kebijakan tersebut diterapkan untuk mempercepat proyek penataan Prapatan Toegoe. ‘’Konsep penataannya sama dengan Perempatan Tugu nol kilometer di Jogjakarta,’’ paparnya.

Maidi menambahkan, penataan juga menyasar aspal jalan. Kawasan tersebut akan dipasang batu andesit. Karena bakal dikerjakan maraton siang dan malam, perlu dilakukan rekayasa lalin. ‘’Kalau nggak begitu (proyek) tidak bisa jalan. Karena nanti di titik nol kilometer itu akan diberi batu khusus,’’ jelasnya.

Dia berharap masyarakat mafhum. Pihaknya juga akan menyiagakan petugas dishub di kawasan tersebut. Termasuk di titik rawan crowded. Seperti di Jalan Mangga atau di belakang PBM. Sehingga, kepadatan di titik tersebut dapat diurai. ‘’Nanti penerapannya fleksibel. Bisa dibuat buka-tutup. Tidak permanen,’’ terangnya.

Proyek penataan Prapatan Toegoe merupakan bagian dari program konektivitas PSC. Jalur pedestrian bakal nyambung hingga PBM dan lahan parkir (bekas SMPN 12) di Jalan Jawa. Dari balai kota sebagai pusat destinasi, pengunjung dimanjakan trotoar lebar dan futuristik menuju pusat belanja (mal), Perempatan Tugu nol kilometer, hingga PBM. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button