Madiun

PR Tertibkan Bangunan Liar Liposos

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Keberadaan lingkungan pondok sosial (liposos) di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, sudah beralih fungsi. Hal itu diketahui saat tim dari Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Jatim meninjau lokasi penampungan bagi para tunawisma tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Dinsos Jatim Muhammad Anas mengatakan, sejak didirikan pada 2006 lalu sudah banyak bangunan semipermanen lainnya yang berdiri di sekitar liposos. Untuk itu, pihaknya berencana mengkaji pemfungsian dua bangunan yang ada di lokasi tersebut. ‘’Terkait kegunaannya sekarang untuk musala tidak ada masalah, tapin keberadaan bangunan semipermanen itu yang mejadi pekerjaan rumah kami,’’ katanya.

Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemkab Madiun untuk penanganan masalah sosial di liposos. Termasuk kemungkinan mengubah bangunan di sekitar liposos menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Menurutnya, rencana itu masih sebatas usulan. Di sisi lain, perubahan fungsi lahan harus mendapat persetujuan dari gubernur. ‘’Yang pasti, para penghuni liposos sampai mendirikan bangunan semipermanen ini kami uapayakan solusinya,’’ ujarnya.

Di sisi lain, dinas pengendalian penduduk, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPKB dan PPPA) terlihat resah soal rencana pemprov merelokasi liposos. Kondisi itu membuat pemantauan pemeriksaan empat penderita AIDS di liposos tak bisa lagi terkontrol. ‘’Selama ini kami sudah memberikan pendampingan secara rutin. Jadi, kalau ada rencana relokasi agar bisa dipikirkan penghuni tersebut,’’ kata Staf Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Madiun Lenny D. Ambarwati.

Dia menyebut, ada sekitar belasan wanita tunasusila (WTS) bermukim di lahan seluas dua hektare tersebut. ‘’Jadi, dari 12 yang positif, empat di antaranya sudah meninggal, empat lainnya pindah lokasi, dan sisa empat yang masih bertahan kita berikan pengobatan,’’ terangnya.

Belum adanya panti rehabilitasi untuk merawat para penderita AIDS itu menjadi kendala utama pencegahan penyakit mematikan tersebut. Kendati demikian, pihaknya memastikan pemantauan rutin dilakukan setiap saat. ‘’Panti terdekat penderita AIDS berada di Sukabumi, tidak mungkin kita harus membawa ke sana kalau tidak memenuhi administrasi yang lengkap,’’ ujar Lenny.

Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati menuturkan, rencana relokasi liposos masih dikaji. Menyusul telah dibongkarnya beberapa warung remang-remang di sekitar liposos tersebut. ‘’Yang pasti, kami berharap pemprov bisa memberikan solusi terbaik,’’ katanya. (mgc/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close