AdvertorialMejayan

PPPUD Unipma Edukasi Peternak Lebah Madu

Kenalkan Sistem E-Commerce, Penjualan Mengalami Kenaikan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban- Terjebak metode pemasaran konvensional membuat peternak lebah madu An-Nahl asal Dusun Mesir, Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun kelabakan. Penjualan madu mengalami peningkatan secara signifikan setelah diadakan workshop yang digelar melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah  (PPPUD) Universitas PGRI Madiun (Unipma). “Peternakan Lebah Madu An-Nahl sebagai Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) dan Media Pendidikan,” ujar Ketua PPPUD Unipma Sri Utami, kemarin.

Sri menuturkan, peternakan lebah madu An-Nahl sudah ada sejak 2000 lalu. Produk yang dihasilkan royal jelly, bee pollen (tepung sari) dan propolis. Selama ini, produk-produk tersebut dijual melalui informasi dari mulut ke mulut. Padahal 2016 lalu, produk dari peternak lebah madu ini sudah ditetapkan menjadi produk unggulan desa. ‘’Melihat hal ini, tim PPPUD Unipma turun ke desa untuk membantu pemasaran dan meningkatkan omzet penjualan. Para peternak kami kenalkan e-commerce melalui workshop bertema Inisiasi Eksport Produk Peternakan Lebah Madu An-Nahl,’’ terangnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program dana hibah PPPUD yang dibiayai Ristekdikti. Rencananya kegiatan ini akan dijalankan selama tiga tahun ke depan. Tahun pertama dimulai pada Mei hingga Desember mendatang. Program ini juga memberikan nilai input dan output berupa website dalam penjualan secara e-commerce. Penjualan lebah madu bisa dilihat melalui https://maduannahl.com/. Pihaknya juga menghibahkan mesin strilisasi produk lebah madu. ‘’Setelah dilakukan edukasi, kualitas madu meningkat, penjualan pun ikut terkerek naik,’’ jelasnya.

Pendampingan ini tidak dilakukan Sri seorang diri. Dia juga dibantu tiga koleganya, Ani Sulistyarsi, Abdul RohmanTaufiq dan Yudha Adi Kusuma. Tim PKM ini juga mengedukasi soal pengemasan, sterilisasi, pelabelan botol yang sudah berlogo, pengurusan izin BPOM maupun sertifikat halal dari MUI. ‘’Untuk pengurusan hal tersebut, butuh waktu enam bulan. Dan itu sudah terpenuhi semua,’’ pungkasnya. (afi/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button