Ponorogo

PPKM Ponorogo Drop ke Level 4

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Seumur telur burung perkutut menetas. Status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Ponorogo dengan sejumlah kelonggaran hanya mampu bertahan selama dua pekan. PPKM kembali drop ke level 4 yang terhitung berlaku mulai 23 Agustus hingga 30 Agustus mendatang. Apa pasal? ’’Case fatality rate (rasio kematian, Red) sulit membaik,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono, Rabu (25/8).

Merujuk data Jatim Tanggap Covid-19 kemarin, case fatality rate (CSR) di Ponorogo nangkring di 10,26 persen dengan 1.154 jumlah kematian. Padahal, toleransi persentase nasional untuk CSR itu hanya 3 persen. Bukti keganasan Covid-19 yang membawa konsekuensi maut. Pun, recovery rate yang 79,18 persen sejatinya nyaris menyentuh ambang batas rasio kesembuhan nasional di angka 80 persen. ‘’Karena lemahnya tracing (pelacakan, Red), banyak kematian akibat telatnya penanganan,’’ terang Sekda.

Agus Pram –sapaan Agus Pramono– yang merangkap sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Ponorogo itu kemarin mengikuti rapat koordinasi di Makodim 0802 Ponorogo. Rapat dipimpin Dandim Letkol Inf Muhammad Radhi Rusin. Tampak pula Kapolres AKBP Mochamad Nur Azis. Rapat koordinasi itu menyikapi PPKM yang naik level sekalian merumuskan pola tracing. ‘’Kami akan mengerahkan nakes (tenaga kesehatan, Red) di desa-desa dengan dibantu babinsa dan bhabinkamtibmas,’’ jelas Agus Pram. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button