Madiun

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pusat Perbelanjaan di Kota Madiun Merugi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penerapan PPKM darurat sejak awal Juli lalu membuat sektor retail di Kota Madiun semakin terpuruk. Bagaimana tidak, di saat pemasukan seret lantaran sepi pengunjung, pengelola tetap harus mengeluarkan biaya operasional.

Tidak terkecuali Suncity Mall. Bahkan, 80 persen karyawan tenant di pusat perbelanjaan itu terpaksa dirumahkan. ”Mal tutup. Hanya ada beberapa tenant makanan dan minuman yang masih beroperasi. Itu pun pembeliannya pakai sistem take away,” kata Marketing Communication Suncity Mall Nur Cholis, Rabu (4/8).

Kendati mal tidak beroperasi, pihaknya tetap menanggung beban biaya operasional. Mulai gaji karyawan hingga perawatan booth tenant. Pun, kebijakan menutup pusat perbelanjaan itu menimbulkan kerugian hingga ratusan juta. ‘’Kami berharap dapat keringanan pajak,’’ tuturnya.

Hal senada dilontarkan Manajer Lawu Plaza Andreas Nugroho. Menurutnya, PPKM mengakibatkan pendapatan terjun bebas. Pun, puluhan tenant memilih tutup lantaran sepi pengunjung. ”Pemasukan nol, tapi pengeluaran tetap ada,” keluh Andreas sembari menyebut pihaknya telah mengajukan penundaan pembayaran pajak ke pemkot.

Setali tiga uang dengan Timbul Jaya Plaza. Sekitar 80 persen foodcourt di pusat perbelanjaan tersebut tutup. Kendati demikian, tidak sampai merumahkan karyawan. ‘’Hanya jam kerjanya dikurangi,’’ kata Direktur Timbul Jaya Plaza Rony Gunawan. (irs/tr1/tr2/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button