Madiun

PPKM Jilid III, Pemkot Buka Kran Ekonomi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha sektor pariwisata patut bernapas lega. Pasalnya, Pemkot Madiun mulai melonggarkan pembatasan dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Itu setelah Wali Kota Madiun Maidi menerbitkan instruksi nomor 06/2021 Selasa (9/3).

Maidi menyebut ada perbedaan dalam PPKM mikro hingga 22 Maret mendatang. Antara lain, jam malam diolor satu jam. Yakni, hingga pukul 23.00 dari sebelumnya 22.00. Termasuk jam operasional PKL, rumah makan, dan sejenisnya dilonggarkan. ‘’Ekonomi agak kita buka,’’ katanya.

Jenis usaha lain yang semula tutup total pun mulai diizinkan beroperasi kembali. Tempat hiburan malam (THM), misalnya. Boleh beroperasi mulai pukul 15.00 hingga 23.00 dengan pembatasan pengunjung 30 persen dari kapasitas. Bioskop juga diperkenankan buka lagi maksimal hingga pukul 21.00. Kolam renang atau tempat wisata diizinkan beroperasi sampai pukul 17.00. ‘’Tapi, protokol kesehatan harus diterapkan ketat,’’ ujarnya.

Sementara untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) tetap dilaksanakan daring. Pengecualian bagi satuan pendidikan yang telah mendapat izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Madiun. Sedangkan untuk kapasitas tempat kerja 50 persen work from home (WFH) dan work from office (WFO). Baik organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot maupun BUMN, BUMD, dan swasta. ‘’Jangan sampai orang sehat prokes terlena, itu tidak boleh,’’ pesannya.

Untuk lampu penerangan jalan umum (PJU) mulai dinyalakan kembali. Dari sebelumnya dipadamkan mulai pukul 21.00 dan dinyalakan kembali pukul 01.00. Namun, jika kasus Covid-19 meledak lagi, pemadaman PJU bakal diterapkan kembali. ‘’Lampu jalan akan kami hidupkan semua. Tidak kami batasi,’’ tuturnya.

Meski dilonggarkan, Maidi berpesan masyarakat tidak terlena. Dia berharap kelonggaran diikuti disiplin prokes yang semakin ketat pula. Dia yakin, dengan komitmen masyarakat itu, zona sebaran di kota ini bakal jadi kuning, bahkan hijau. ‘’Jangan terlena. Kalau diberi peluang buka, justru prokes harus semakin ketat,’’ tegas Maidi. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button