Madiun

PPKM Diperpanjang Terus, Bisnis Perhotelan Semakin Lesu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – PPKM yang terus-menerus diperpanjang membuat bisnis perhotelan di Kota Madiun semakin lesu. Kendati demikian, pihak perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) setempat mengklaim sejauh ini tidak ada hotel yang sampai gulung tikar. ‘’Tapi sebatas mengurangi jam kerja karyawan. Misalnya, seminggu masuk, seminggu libur,’’ kata Sekretaris PHRI Kota Madiun Aris Suharno, Jumat (20/8).

Aris mengatakan, selama PPKM banyak pintu masuk daerah yang disekat. Selain itu, warga yang bepergian ke luar kota diwajibkan membawa surat bebas Covid-19 serta sertifikat vaksinasi minimal tahap pertama. ‘’Jadi, orang berpikir dua kali kalau mau ke luar daerah atau menginap di hotel,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pada periode April-Juni lalu pengusaha hotel mendapatkan insentif keringanan pajak. Perinciannya, hotel bintang 1 dan 2 memperoleh potongan pajak 50 persen. Sedangkan hotel nonbintang dibebaskan sepenuhnya. ‘’Kami akan mengajukan relaksasi lagi. Semoga disetujui,’’ harapnya. (irs/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button