Madiun

PPKM Diperpanjang tapi Diperlonggar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lebih baik handphone ketinggalan daripada lupa pakai masker. Begitu kelakar Wali Kota Madiun Maidi dalam berbagai kesempatan. Maidi tidak pernah bosan mengingatkan warganya menjadikan protokol kesehatan (prokes) sebagai kebutuhan. Apalagi pemerintah pusat memperpanjang PPKM level 4 hingga 16 Agustus, termasuk di Kota Madiun.

Perpanjangan itu menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 30/2021. Pun turunannya, Instruksi Wali Kota (Inwal) Kota Madiun 21/2021. Menurut Maidi, untuk turun ke level 3, 2, maupun 1, kuncinya disiplin prokes. ‘’Jika tidak makan mati, anggap saja kalau tidak prokes bisa mati. Itu (prokes, Red) sudah menjadi kebutuhan. Lebih baik handphone ketinggalan daripada masker yang tertinggal,’’ kata Maidi, Kamis (12/8).

Kendati diperpanjang, ada beberapa aktivitas yang mulai dilonggarkan. Tempat ibadah, misalnya, diizinkan buka dengan pembatasan 25 persen dari kapasitas. Sektor transportasi umum maksimal 50 persen dengan prokes ketat. Pasar rakyat non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi sampai pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen. ‘’Kota kita zonanya sudah oranye, kalau bisa kuning, bahkan hijau. Kuncinya, prokes harus disiplin semua,’’ ujarnya.

Jika seluruh masyarakat disiplin prokes, Maidi yakin kasus aktif, meninggal, dan bed occupancy ratio (BOR) turun. Pun, tingkat kesembuhan meningkat. Jika indikator itu dapat dicapai, level penanganan Covid-19 di kota ini akan turun. Sehingga, keran aktivitas di berbagai sektor secara bertahap dapat dibuka kembali. ‘’Nah, agar bisa ke sana itu dari masyarakat. Prokes harus tetap kuat,’’ tegasnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button